Jumat, 16 November 2018

Peredaran Narkoba Jamur Tahi Sapi Magic Mushroom Dibongkar Polisi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti jamur dari kotoran sapi (magic mushroom) yang memabukkan dirilis oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri, pada Kamis, 26 Oktober 2017. FOTO: Tempo/M. Yusuf Manurung

    Barang bukti jamur dari kotoran sapi (magic mushroom) yang memabukkan dirilis oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri, pada Kamis, 26 Oktober 2017. FOTO: Tempo/M. Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia mengungkap perdagangan narkoba jenis jamur atau magic mushroom via toko online di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

    Penganan magic mashroom merupakan narkoba berbahan jamur Panaeolus cinetulus yang mengandung zat Psilosina dan termasuk narkotika golongan 1. Jamur tersebut biasa tumbuh di tanah bekas kotoran atau tahi sapi. Efek yang dihasilkan, antara lain pusing, tidak fokus, serta emosi yang tidak terkontrol.

    Baca jugaWiji Thukul Gemar Makan Jamur Tlethong

    Pelaku membungkus penganan magic mushroom ke dalam kemasan plastik dengan logo Snack Good lalu menjualnya melalui media sosial Instagram dan Kaskus. Polisi memancing pelaku dengan menjadi pembeli secara online. "Setelah itu kami tangkap dan geledah rumahnya," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto di kantornya, Jalan M.T. Haryono Nomor 11, Jakarta Timur, Kamis, 26 Oktober 2017.

    Narkotika jenis jamur kotoran hewan atau Magic Mushroom saat jumpa pers di Mapolresta Denpasar, Bali, 28 Juni 2016. Jamur kotoran hewan atau Magic Mushroom ini masuk ke dalam narkotika golongan I Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. TEMPO/Johannes P. Christo

    Polisi menangkap pelaku EH alias Cyan, 52 tahun, pada Rabu, 25 Oktober 2017. Dia dicokok saat hendak mengirim barang melalui jasa ekspedisi di Jalan Jaygiri Gang Ondira, Lembang, Bandung.

    Menurut Eko, jika dipakai secara berlebihan korban jamur tahi sapi ini akan mengalami perasaan ekstrem berupa ketakutan yang berlebihan karena halusinasi. "Efeknya cukup berbahaya," ujarnya.

    Dari rumah pelaku polisi pengedar narkoba itu menyita 47,5 kilogram jamur yang sudah dimasak serta 4 kilogram jamur mentah. Polisi menjerat EH dengan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.