Jumat, 16 November 2018

Ojek Online Ungkap Narkoba Artis Savhi Crespin, Polisi Bikin MoU

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus narkoba yang merupakan seorang model foto majalah, Safitri Triesjaya Crespin memasuki gedung seusai pengungkapan kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, 29 oktober 2017. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Tersangka kasus narkoba yang merupakan seorang model foto majalah, Safitri Triesjaya Crespin memasuki gedung seusai pengungkapan kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, 29 oktober 2017. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.COJakarta - Polisi berencana membuat nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan ojek online terkait pengungkapan kasus narkoba artis Savhi Crespin. Artis bernama lengkap RR Safitri Triesjaya Crespin itu ketahuan membeli paket sabu setelah pengemudi ojek online mencurigai paket yang harus diantarnya.  

    "Kami minta buat kerjasama MoU kalau mereka (pihak ojek online) bersambut. Tergantung dua belah pihak," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suwondo Nainggolan di Polda Metro Jaya, Selasa, 31 Oktober 2017.

    Dengan nota kesepahaman tersebut, polisi dan perusahaan ojek online bisa bekerjasama mengungkap pengiriman paket mencurigakan. "Enggak harus narkoba, apa pun yang aneh silakan lapor ke polisi terdekat," ucap dia. Namun, Suwondo belum mengungkapkan kapan nota kesepahaman itu akan dibuat oleh kedua belah pihak.

    Baca: Ungkap Narkoba Safitri Triesjaya, Ojek Online Dapat Penghargaan

    Savhi Crespin ditangkap di sebuah rumah kekasihnya, Canggih Putra Pratama di kawasan Modern Land, Tangerang Kota, pada Senin, 23 Oktober 2017. Penangkapan Safitri atau Savhi Crespin bermula dari laporan driver ojek online, Hariyanto, yang mencurigai paket yang akan diantarkannya atas permintaan A, yang kini masih masuk DPO.

    Setelah dibuka, kotak hitam yang dibawa driver ojek online tersebut berisi cangklong dan satu klip diduga berisi sabu seberat 0,5 gram. Lalu polisi pun mendatangi alamat paket yang akan diantarkan itu.

    Di kediaman kekasih Savhi Crespin, polisi menemukan barang bukti berupa dua bungkus kertas berwarna cokelat berisi narkoba jenis ganja seberat 86,54 gram yang didapat dari DPO B, 1 pack kertas papir, 1 alat isap sabu (bong), dan dua buah ponsel.

    Polisi pun berencana memberi penghargaan kepada Hariyanto yang membantu terungkapnya kasus artis narkoba ini. Namun, Suwondo menjelaskan prosesnya akan berlangsung secara tertutup. Dia juga tidak mengungkapkan jenis penghargaan yang akan diserahkan. "Penghargaan enggak terbuka karena menyangkut keamanan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.