Mengintip Perkembangan Pembangunan Depo MRT Lebak Bulus

Reporter:
Editor:

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung untuk pusat pengendali operasi MRT dan rel kereta api yang masih dalam tahap pekerjaan di Depo Lebak Bulus, Jakarta, 31 Oktober 2017. Tempo / Friski Riana

    Gedung untuk pusat pengendali operasi MRT dan rel kereta api yang masih dalam tahap pekerjaan di Depo Lebak Bulus, Jakarta, 31 Oktober 2017. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.COJakarta -Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta William Sabandar mengatakan progress pembangunan Depo MRT Lebak Bulus sudah mencapai 78 persen. "Sedangkan progress stasiun sudah 73 persen. Kami mengalami percepatan luar biasa yang memang membutuhkan kerja maraton dari seluruh pekerja," kata William di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017.

    Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menjelaskan, fokus utama pembangunan di stasiun dan depo saat ini sedang menyelesaikan pekerjaan concourse atau tempat penumpang membeli tiket, pekerjaan platform atau peron, pemasangan pintu kaca di peron, dan pekerjaan arsitektur.

    Saat Tempo mengunjungi depo Lebak Bulus, fisik bangunan pusat pengendali operasi atau Operation Control Center (OCC) sudah terlihat hampir selesai meski masih terpasang jaring pengaman di bagian luarnya. Adapun pekerjaan pembangunan gedung workshop atau bengkel kereta masih berbentuk kerangka bangunan.

    Untuk area stasiun, terdapat empat titik akses masuk dan keluar penumpang, dan dilengkapi jalur khusus menuju Halte Transjakarta berupa tangga. Integrasi kedua moda transportasi di Lebak Bulus itu dianggap sempurna karena kemudahan aksesnya. Selain di Lebak Bulus, integrasi sempurna juga berada di Blok M, Sisingamangaraja, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

    Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menjelaskan tentang kondisi terkini pembangunan area Stasiun MRT Lebak Bulus, 31 Oktober 2017. Tempo / Friski Riana

    William mengatakan, secara keseluruhan, progress konstruksi MRT telah mencapai 83,07 persen. Yang terbaru, kata dia, box girder terakhir di jalur layang kini telah terpasang. Pemasangan dilakukan di seberang Rumah Sakit Siloam, Cilandak, Jakarta Selatan.

    Pemasangan box girder itu menandakan bahwa jalur layang dari Lebak Bulus hingga Patung Pemuda Senayan telah terhubung, sekaligus tersambung dengan jalur bawah tanah MRT sampai Bundarah HI. "Hal ini membuat kami optimis MRT beroperasi sesuai jadwal," ujarnya.

    William menargetkan, pekerjaan konstruksi MRT akan selesai pada Juli 2018. Setelah itu, ia akan melakukan pengujian kereta tanpa penumpang mulai Agustus 2018. Rencananya, kereta MRT akan beroperasi secara komersil pada Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.