Operasi Zebra 2017, Target: Angka Kecelakaan Turun 20 Persen

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Operasi Zebra. dok.TEMPO

    Ilustrasi Operasi Zebra. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Jajaran kepolisian lalu lintas menggelar Operasi Zebra 2017 secara serentak di seluruh Indonesia. Operasi digelar mulai hari ini hingga 14 November 2017. "Operasi Zebra dari tahun ke tahun rutin dilaksanakan. Saya harapkan pengaruhnya mampu mendisiplinkan masyarakat,” kata Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI Inspektur Jenderal Royke Lumowa dalam apel gelar pasukan di halaman Gedung NTMC Polri, Jakarta, Rabu, 1 November 2017.
      
    Royke mengatakan meningkatnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas secara otomatis akan mengurangi angka kecelakaan. Polri menargetkan setelah operasi berakhir, angka kecelakaan turun 10-20 persen. “Tahun 2016 angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas turun 35 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

    Operasi ini bertujuan memberi efek jera kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Pelanggaran yang kerap terjadi antara lain sepeda motor berboncengan tiga orang, melawan arus, tidak pakai helm, menerobos lampu merah, SIM habis masa berlaku, dan STNK habis masa berlaku. “Pengendara sepeda motor sering juga tidak menyalakan lampu di siang hari," ucap Royke. 

    Tindakan yang dikenakan kepada pelanggar lalu lintas ini adalah peringatan dan tilang. "Selama masih bisa diingatkan, kami ingatkan. Kalau memang harus ditilang, ya tilang," katanya.

    Dalam Operasi Zebra 2017, polisi juga akan menilang kendaraan pribadi yang menggunakan rotator dan sirene. "Sekarang lagi marak kendaraan pribadi menggunakan sirene yang bukan haknya. Ini akan kami tindak," tutur Royke.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.