Kebakaran Pabrik Petasan, Sani Masih Kritis di RSUD Tangerang

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban kebakaran pabrik kembang api PT. Panca Buana Cahaya ditemani keluarga saat menjalani perwatan di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, 27 Oktober 2017. Sebanyak 47 orang meninggal akibat ledakan pabrik yang berlokasi di Kosambi tersebut. Tempo/Ilham Fikri

    Korban kebakaran pabrik kembang api PT. Panca Buana Cahaya ditemani keluarga saat menjalani perwatan di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, 27 Oktober 2017. Sebanyak 47 orang meninggal akibat ledakan pabrik yang berlokasi di Kosambi tersebut. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Tangerang - Saat ini, delapan pasien korban kebakaran pabrik petasan dan kembang api kawat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang. Pegawai Bagian Hubungan Masyarakat RSUD Tangerang, Lili Kholidah, saat dihubungi Tempo, Rabu, 1 November 2017, mengatakan soal perkembangan yang berbeda di antara korban luka-luka dalam petaka Kamis pagi pekan lalu tersebut.

    Salah satu korban kebakaran pabrik petasan dan kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses yang selamat, Uwang, 32 tahun, telah pulang ke rumahnya di Kosambi.

    Baca: Misteri Tukang Las yang Jadi Tersangka Kebakaran Pabrik Petasan

    Dia telah dijemput keluarga dan diurus perusahaan. "Sudah diperbolehkan pulang, sudah bisa berjalan meski dituntun. Tinggal rawat jalan saja," ucap Lili.

    Uwang merupakan pasien rujukan dari RS Bun, Kosambi. Dia dirujuk bersama empat korban lain, yakni Widya, Umam, Wiwik, dan Leha. Keempat korban saat ini menjalani perawatan di Ruang Dahlia bersama korban lain, yakni Lilis, M. Khadiman, dan Anggi.

    Lili berujar, saat ini, ada delapan pasien korban kebakaran yang dirawat di RSUD Tangerang. Di antaranya Sani yang mengalami luka bakar 50 persen. Dia masih dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU).

    "Masih perawatan intensif. Sudah dilakukan bedah plastik menyeluruh, menunggu lebih stabil kondisi tubuhnya untuk tindakan medis selanjutnya. Pasien belum dipindah ke ruang perawatan," tutur Lili, Rabu sore, 1 November 2017.

    Sebelumnya, korban Siti Fatimah dinyatakan meninggal pada Selasa dinihari, 31 Oktober 2017, setelah dirawat selama lima hari di RSUD Kabupaten Tangerang.

    Perempuan yang baru menginjak usia 15 tahun itu merupakan pekerja di bawah umur yang menjadi korban kebakaran pabrik kembang api kawat pada Kamis lalu. "Korban atas nama Siti Fatimah meninggal dunia di Ruang ICU (Intensive Care Unit) pada pukul 02.35 WIB," kata juru bicara RSUD Kabupaten Tangerang, Ade Yudi Firmansyah, saat dihubungi, Selasa pagi.

    Ade menjelaskan, Siti mengalami luka bakar 60 persen saat dirawat. Dengan luka bakar yang hampir dialami di sebagian besar bagian tubuhnya, Siti dikategorikan menderita luka yang serius.

    Sebelumnya, pasien korban kebakaran yang meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang adalah Nurhayati, 20 tahun, yang meninggal pada Sabtu, 28 Oktober 2017, dan Atin Puspita, 20 tahun, sehari setelahnya.

    Jika ditambah dengan jumlah korban meninggal di lokasi sebanyak 47, korban tewas dalam peristiwa kebakaran pabrik petasan tersebut mencapai 50 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.