Dinakertrans DKI Akan Deportasi 104 Pekerja Asing di Hotel Alexis

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di bar lantai 2 Hotel Alexis, Kampung Bandan, Jakarta Utara, 30 Oktober 2017.  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak memperpanjang lagi izin operasi Alexis. Foto: TEMPO/Chitra Paramaesti

    Suasana di bar lantai 2 Hotel Alexis, Kampung Bandan, Jakarta Utara, 30 Oktober 2017. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak memperpanjang lagi izin operasi Alexis. Foto: TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Priyono mengatakan pihaknya berhak mengajukan surat permohonan deportasi terhadap 104 pekerja asing Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis kepada Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Para pekerja itu memiliki izin namun masa berlakunya berakhir bersamaan dengan ditutupnya Hotel dan Griya Pijat Alexis.

    "Kalau sudah habis ya enggak boleh kerja. Begini ya, kalau izinnya sudah habis,  siapa pun saja, bukan hanya di Alexis, kalau TKA (tenaga kerja asing) itu izinnya habis itu kami bisa koordinasi dengan imigrasi suruh dideportasi," ujar Priyono saat dihubungi, Jumat, 3 November 2017.
    Baca : Begini Kisruh Izin Pekerja Vietnam dan Uzbekistan di Hotel Alexis

    Namun pada kenyataannya, Priyono menyebutkan hotel dan griya pijat itu statusnya sudah tidak lagi beroperasi. Sehingga, kata Priyono, hal tersebut menyulitkan dinasnya untuk mengecek keberadaan tenaga asing tersebut. Priyono menyebutkan jumlah pekerja asing yang disebut oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah benar adanya. 

    Priyono mengatakan tidak menutup kemungkinan jumlah pekerja asing di Alexis lebih banyak. Pasalnya, kata Priyono, kemungkinan ada juga pekerja asing di hotel tersebut yang statusnya tidak memiliki izin. "Ini masih ditelusuri oleh kementerian juga ini," ujar dia. 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.