Baru 35 dari 49 Kantong Jenazah Pabrik Petasan Teridentifikasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim DVI Komisaris Besar Pramujoko menunjukkan data dua korban jenazah kebakaran pabrik petasan yang berhasil diidentifikasi. Jumat, 3 November 2017. Tempo/M. Yusuf Manurung

    Ketua Tim DVI Komisaris Besar Pramujoko menunjukkan data dua korban jenazah kebakaran pabrik petasan yang berhasil diidentifikasi. Jumat, 3 November 2017. Tempo/M. Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification Rumah Sakit Polri R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, hari ini berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban ledakan dan kebakaran pabrik petasan di Kosambi, Tangerang. Kedua jenazah tersebut adalah Dianah dan Naya Sunarya.

    "Hari ini yang berhasil diidentifikasi dua jenazah," ujar ketua tim DVI, Komisaris Besar Pramujoko, di pos antemortem Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jumat, 3 November 2017.

    Dianah adalah korban dari kantong jenazah nomor 027 dengan nomor register 363, warga Tangerang, yang diketahui melalui tes DNA dan medis. Adapun Naya Sunarya, korban dari kantong jenazah nomor 048 dengan nomor register 426, warga Bandung, Jawa Barat, diketahui melalui tes gigi, DNA, dan medis.

    Baca: Empat Korban Pabrik Petasan di ICU RSUD Tangerang Akhirnya Tewas

    Selain mengidentifikasi korban meninggal, polisi hari ini juga telah menemukan dua korban selamat yang sempat dinyatakan hilang oleh keluarganya. Keduanya adalah Junet, warga Pasar Rebo, dan Robinsyah Nainggolan, warga Kampung Tengah, Jakarta Timur. "Diketahui setelah kita menyambangi rumah korban," ucapnya.

    Kedua jenazah korban kebakaran pabrik petasan hari ini juga akan diserahkan kepada keluarga. Saat ini, total 35 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Artinya, masih ada 10 kantong jenazah utuh serta empat kantong jenazah berisi bagian tubuh yang belum teridentifikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.