Cegah Insiden Dinding Pembatas Jatuh, Ini yang Dilakukan PT MRT

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa penyebab jatuhnya pembatas beton (parapet) yang jatuh dari proyek MRT di Kawasan Panglima Polim, Jakarta, 4 November 2017. Tempo/Ilham Fikri

    Petugas memeriksa penyebab jatuhnya pembatas beton (parapet) yang jatuh dari proyek MRT di Kawasan Panglima Polim, Jakarta, 4 November 2017. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah melakukan investigasi tentang insiden jatuhnya dinding beton pembatas MRT di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan pada Jumat, 3 November 2017 malam lalu.

    "Menindaklanjuti insiden tersebut, PT MRT Jakarta melakukan investigasi," ujar Sekretaris PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 4 November 2017.

    Pada saat kejadian, Tubagus mengatakan bahwa tim konstruksi dibawah girder memang belum mempersiapkan traffic management atau barikade dan rambu lainnya. "Pekerjaan diatas girder seharusnya masih pada tahap handling material yang belum berdampak pada lalu lintas dibawah girder," ujarnya.
    Baca : Dinding Pembatas Jatuh, MRT Siap Beri Ganti Rugi Korban

    Menurut Tubagus, kejadian jatuhnya OCS diakibatkan kondisi pekerjaan Lifting Plan yang dibuat tidak spesifik untuk pekerjaan pemasangan parapet dari atas girder dan tidak mengikuti Risk Assessment-Job Safety Analysis dan Lifting Plan yang sudah tercantum dalam Method Statement yaitu lifting boom yang terlalu panjang.

    Selain itu, kurangnya pengawasan dari Supervisor di lapangan menjadi sebab lain dari insiden jatuhnya sebuah dinding beton pembatas jalur seberat 3 ton tersebut.

    Tubagus mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan untuk memperbaiki lifting plan dan method statement untuk instalasi OCS parapet diatas girder demi mencegah insiden terulang.

    Caranya adalah dengan melakukan re-training untuk seluruh operator, melakukan re-training mengenai lifting operation untuk seluruh pekerja serta melakukan traffic management sebelum melakukan pengangkatan, yaitu pada saat mulai persiapan pekerjaan lifting.

    Pihaknya juga akan memperbaiki sistem komunikasi dan koordinasi serta komando untuk setiap grup pekerjaan pemasangan parapet, menambah jumlah flagman yang mengatur traffic management dan melakukan perbaikan pada struktur yang terdampak dari kejadian. "Agar lebih detail dan spesifik," ujarnya.

    Lebih dari itu, Tubagus mengatakan PT MRT Jakarta akan melakukan evaluasi menyeluruh guna memperbaiki seluruh sistem dan metode kerja dalam proses pengerjaan proyek MRT Jakarta.

    Tubagus juga mengatakan meminta kepada masyarakat maaf atas insiden dalam proyek MRT tersebut. Juga kepada publik atas ketidaknyamanan yang timbul dari insiden ini. "Kami terus berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kualitas kerja dari proyek MRT Jakarta. Mohon maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang timbul dari insiden ini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.