Resmikan Pemugaran Pura HinduTertua di Jakarta, Anies Kagumi Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peresmian pemugaran bangunan Bale Wantilan Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri, Cilincing, Jakarta Utara, Ahad, 5 November 2017. TEMPO/Larissa Huda

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peresmian pemugaran bangunan Bale Wantilan Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri, Cilincing, Jakarta Utara, Ahad, 5 November 2017. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kagum dengan kerja keras umat Hindu dalam bergotong royong merenovasi pura secara bertahap sejak 2011. Anies meresmikan pemugaran bangunan Bale Wantilan Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri, Cilincing, Jakarta Utara, Ahad, 5 November 2017.
     
    "Ini adalah pura pertama di Jakarta. Masyarakat di Jakarta selama ini bergotong royong melakukan renovasi pemugaran sejak 2011. Saya merasa mendapat kehormatan bisa dapat meresmikan pura ini," ujar Anies di Cilincing, Jakarta Utara, Ahad, 5 November 2017.
     
    Anies berharap pura tersebut bukan hanya jadi tempat kegiatan peribadatan bagi umat Hindu di Jakarta, melainkan tempat berinteraksi bagi sesama umat manusia. 
     
    "Tadi disampaikan kami ingin ini menjadi sesuatu pilar untuk mendorong pertumbuhan peradaban kita di Indonesia," ujar Anies.

    Baca: Kembalikan Lahan Makam 2 Ha, Umat Hindu DKI Minta Mesin Kremasi

    Bangunan pura ini mulai dipugar sejak 2011 secara bertahap. Pura tersebut dibangun pada 1968. Secara geografis, lokasi pura terletak di bawah permukaan laut, sehingga perlu direnovasi lantaran umat Hindu se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi seringkali kebanjiran ketika hendak beribadah pada saat air pasang atau hujan turun. 
     
    Adapun pemugaran meliputi peninggian pondasi bangunan dan renovasi beberapa bagian bangunan seperti padmasana, pangkurah, gedong sthana bethara siwa, piasa, bale pawedaan, melanting, dan bangunan prapajati beserta tembok penyengkernya. 
     
    Anies menuturkan peradaban dimulai dari bagaimana masyatakat membangun, penyebaran dan pelaksanaan ajaran tertentu. Kemudian, hal itu berkembang jadi kebudayaan yang berujung pada peradaban. Anies percaya tempat ibadah tersebut bisa akan jadi tempat silaturahmi, menjalin kerukunan warga Hindu dan yang lain untuk waktu yang panjang di masa depan.
     
    "Kami berharap umat Hindu di ibu kota meneruskan kontribusi membangun kebersamaan, solidaritas dari kehidupan berbangsa, menguatkan semangat saling menghormati, menghargai dan tradisi toleransi di Indonesia," ujar Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.