Pembunuhan Pembantu di Depok, Polisi: Diduga Korban Hamil

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. freepik.com

    Ilustrasi pembunuhan. freepik.com

    TEMPO.CO, Depok - Polisi masih menelusuri kasus pembunuhan pembantu rumah tangga bernama Samsiah di Perumahan Pesona Khayangan Mungil, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Perempuan 40 tahun itu tewas dengan luka bekas tusukan di perut. “Kemungkinan korban dalam kondisi hamil. Saya belum periksa detail hasil autopsinya” ucap Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Komisaris Besar Edi Purnomo, Senin, 6 Oktober 2017.

    Alex, warga Perumahan Pesona Khayangan Mungil, menuturkan Samsiah memiliki suami yang tinggal di Cianjur, Jawa Barat. Dia membenakan bahwa Samsiah tengah hamil. “Iya, katanya hamil empat bulan,” ujarnya.

    Alex mengatakan mayat Samsiah ditemukan sekitar pukul 14.00 pada 5 November 2017. Saat itu, pemilik rumah, Tama, baru pulang. Dia mendapati rumah dalam kondisi terkunci. “Samsiah dipanggil-panggil tidak menjawab. Sudah digedor-gedor pintunya, tidak ada yang menyahut,” ucapnya.

    Baca: Pembantu Tewas di Rumah Majikan, Polisi Depok: Diduga Dibunuh

    Pemilik rumah, kata Alex, berinisiatif memanggil petugas keamanan kompleks. Satpam kemudian memanjat ke lantai dua untuk memeriksa. "Samsiah ada sedang tidur telentang," tuturnya. Namun, setelah jendela kamar digedor beberapa kali, perempuan itu tidak juga bangun. Akhirnya, diputuskan untuk mencongkel jendela kamar. “Samsiah ternyata sudah tidak bernyawa. Ketika badannya dibalik, terlihat banyak darah.”

    Alex menuturkan tidak pernah melihat orang tidak dikenal di dekat rumah. Namun, saat kejadian, dia mendengar suara gaduh yang berasal dari dalam rumah. "Kayak ada orang benturkan kaki ke ubin, tapi enggak ada suara teriakan," ucapnya. Diduga, suara itu berhubungan dengan peristiwa pembunuhan pembantu tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.