Jadi Wisata Unggulan, Ada Apa Saja di Hutan Kota Srengseng

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pengunjung memadati Festival Budaya Betawi di Taman Hutan Kota Srengseng (20/6). Festival ini diselenggarakan untuk memperingati HUT DKI Jakarta ke-482, Jakarta (20/6). Foto: TEMPO/Tri Handiyatno

    Ratusan pengunjung memadati Festival Budaya Betawi di Taman Hutan Kota Srengseng (20/6). Festival ini diselenggarakan untuk memperingati HUT DKI Jakarta ke-482, Jakarta (20/6). Foto: TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat akan membuat konsep 'Jungle City' di Hutan Kota Srengseng, yang akan menjadi wisata unggulan kota pada 2018, untuk menggaet wisatawan.

    "Hutan Kota Srengseng ini akan dijadikan sebagai salah satu wisata unggulan Jakarta Barat," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat Fredy Setiawan saat dihubungi Tempo pada Selasa, 7 November 2017.

    Dia mengatakan, ada tiga destinasi wisata yang diunggulkan di Jakarta Barat yakni, Kawasan Kota Tua, Museum Keramik dan Hutan Kota Srengseng. Namun, karena pengelolaan di Hutan Kota Srengseng kurang baik, Pemkot Jakarta Barat juga akan mengandeng pihak ketiga sebagai pengelola.

    Baca: Wisata Halal ala Sandiaga, Pengusaha Akan Buat Hotel Syariah

    Hutan Kota Srengseng ini terletak di Jalan Haji Kelik, Srengseng, Jakarta Barat. Tempat wisata yang satu ini memang tidak begitu terkenal seperti Kawasan Wisata Tua ataupun Museum Keramik, namun di hutan buatan yang sudah ada sejak 1995 ini terdapat sekitar 4.800 pohon dengan 63 varietas berbeda.

    Hutan Kota Srengseng juga mudah dikunjungi dengan menggunakan transportasi umum. Hutan ini berada sekitar 300 meter dari halte Transjakarta Jalan Panjang, dan dari jalur sebaliknya tersedia angkutan kota nomor 24 dan bus Kopaja jurusan Blok M-Meruya.

    Fredy yakin dengan dijadikannya Hutan Kota Srengeng sebagai jungle city Srengseng nantinya akan menarik wisatawan lokal. Turis lokal akan memanfaatkan kawasan wisata ini sebagai sarana rekreasi, olahraga, dan edukasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.