Begini Sandiaga Bantah Telah Bertemu Preman Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno saat menjawab pertanyaan awak media di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu, 21 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno saat menjawab pertanyaan awak media di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu, 21 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membantah bahwa tokoh masyarakat yang menemuinya adalah preman Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Nah, ini yang selalu disampaikan teman-teman di sini, juga ada Pak Taufik dan lain-lain, nanti bisa ditanya langsung bahwa mereka ada di Tanah Abang itu mencari nafkah secara halal, rata-rata halal," kata Sandi di Balai Kota DKI, Selasa, 7 November 2017.

    Selasa sore tadi, Sandiaga menerima kunjungan dari sejumlah tokoh masyarakat Tanah Abang, di antaranya Suparmo, Bang Ucu, dan Taufik. Salah satu nama yang sudah dikenal adalah Bang Ucu, yang bernama lengkap Muhammad Yusuf Muhi.

    Baca: Ini Alasan Anies Belum Restui Sandi Soal Penataan Tanah Abang

    Majalah Tempo edisi Senin, 19 Agustus 2013, mengulas soal dinamika pasar Tanah Abang dan jejak sosok yang pernah berkuasa di sana. Salah satu sosok yang disebut adalah Bang Ucu.

    Dalam laporan tersebut, mantan pedagang kambing di Pasar Tanah Abang ini muncul setelah menyingkirkan kelompok Hercules pada 1996. Melahirkan organisasi masyarakat Ikatan Keluarga Tanah Abang, Ucu menjadi penguasa tunggal. Tidak hanya di Tanah Abang, Ucu juga disebut-sebut menguasai sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta.

    Menurut Sandiaga, kedatangan para tokoh masyarakat itu bertujuan memberi masukan kepada pemerintah DKI yang sedang berupaya menata kawasan Tanah Abang. "Kita jangan suuzan (prasangka buruk). Semua masukan kami jadikan sebagai memperkaya (data) kami," ujarnya.

    Simak juga: Sandi Temukan Biang Macet di Tanah Abang Tak Hanya PKL, tapi...

    Sandiaga lantas menunjuk Suparmo untuk menjelaskan. Dia mengatakan Suparmo adalah salah satu tokoh kelahiran Tanah Abang yang pernah bekerja di pemerintah. Setelah pensiun, Suparmo kini menyibukkan diri dengan membina masyarakat.

    Suparmo sendiri membantah kabar adanya preman Tanah Abang. "Enggak ada preman di sana," ucapnya. Pada umumnya, Suparmo menyatakan mendukung segala kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkan harkat, derajat, dan martabat kaki lima.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.