Suami Korban Penembakan di Klinik Azzahra juga Seorang Dokter

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah dokter L,korban penembakan oleh suaminya saat di masukan ke mobil ambulan untuk di bawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Azzahra Medical Centre, Cawang, Kamis, 9 November 2017. Tempo/M. Yusuf Manurung

    Jenazah dokter L,korban penembakan oleh suaminya saat di masukan ke mobil ambulan untuk di bawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Azzahra Medical Centre, Cawang, Kamis, 9 November 2017. Tempo/M. Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Polisi Sektor Kramat Jati Komisaris Suyud mengatakan polisi telah menangkap dokter Hilmi, pelaku penembakan dokter Azzahra Medical Centre, Letty Sultri, yang tidak lain adalah istrinya sendiri.

    "Sudah ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya," kata Komisaris Suyud di Azzahra Medical Centre, Jalan Dewi Sartika No.352, Jakarta Timur, Kamis, 9 November 2017.

    Baca : Seorang Dokter Tewas dalam Penembakan di Jakarta Timur Diduga...

    Suyud mengatakan bahwa pelaku dan korban telah menikah selama lima tahun. Namun, keduanya belum dikaruniai anak. "Mereka belum punya anak," katanya.

    Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Andry Wibowo mengatakan dokter Hilmi sempat melarikan diri setelah melepaskan enam tembakan kearah dokter Letty di Azzahra Medical Centre sekitar pukul 14.00. "Tim sedang melakukan pengejaran," kata Andry.

    Sebelum melepaskan tembakan, keduanya terlibat cekcok di halaman Klinik Azzahra. Letty kemudian sempat masuk ke dalam ruangan untuk meminta bantuan rekannya Nabila.

    Nabila yang mencoba membantu kemudian menghindar karena melihat Hilmi membawa senjata api. "Karena ketakutan maka saksi Nabila pun menghindar," kata Andry tentang kronologi singkat peristiwa penembakan sadis itu. Tidak lama berselang, terdengar enam suara tembakan. Letty pun tewas dilokasi kejadian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.