Begini Keseharian Ibu Pelaku Penganiayaan Anak Kandungnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. indiatimes.com

    Ilustrasi bayi. indiatimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu pelaku penganiayaan anak kandungnya hingga tewas di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dikenal sebagai sosok yang tertutup di antara para tetangganya. Novi Wanti, ibu muda berusia 25 tahun itu, hanya tinggal berdua saja dengan putranya GW (5) di sebuah kamar kos di Jalan Asem Raya Nomor 1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Bahkan Amir, 22, tetangga depan kamar Novi pun tak mengetahui nama ibu muda itu sampai kejadian ini. Amir sudah satu tahun menyewa kamar kos di depan kamar Novi.
    "Saya baru tahu namanya saja pas sudah ada kejadian ini, dia orangnya pendiam," kata Amir saat ditemui Tempo di lokasi kejadian pada Senin, 13 November 2017.

    Menurut Amir, tetangga lain yang juga menyewa di rumah kos berkamar 13 itu juga tidak mengenal sosok Novi. "Paling cuman perempuan sebelah kamar dia yang tahu namanya sebelum kejadian ini," kata Amir.

    Baca: Ibu Aniaya Anak hingga Tewas, Polisi: Cuma Gara-gara Suka Ngompol

    Menurut Amir, Novi tidak pernah terlihat bekerja. Setiap hari Novi hanya mengantarkan korban, GW,  bersekolah di taman kanak-kanak. "Suaminya juga tidak ada dan jarang orang yang datang ke kosnya," kata Amir.

    Tersangka Novi kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Barat. Polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap Novi, yang sudah mengakui perbuatannya. Himpitan ekonomi dan korban yang sering ngompol diduga menjadi penyebab tersangka tega menganiaya anaknya hingga tewas.

    Atas penganiayaan yang menyebabkan anaknya tewas, tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 dan 76C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.