25 Warga Sunter Jaya Minta Sandiaga Uno Kembalikan Fungsi Lahan..

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menerima aduan dari warga Sunter Jaya, diantaranya H. M. Zein di Balai Kota Jakarta, Selasa, 14 November 2017. TEMPO/Larissa Huda

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menerima aduan dari warga Sunter Jaya, diantaranya H. M. Zein di Balai Kota Jakarta, Selasa, 14 November 2017. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta -Sebanyak 25 orang warga Sunter Jaya, Jakarta Utara, mendatangi Balai Kota untuk menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Mereka didampingi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengadu kepada Sandiaga agar fungsi lahan yang berada di RW 011, Kecamatan Sunter Jaya, Jakarta Utara, dikembalikan kepada masyarakat.

    Menurut salah satu warga, H. Muhammad Zein, lahan tersebut merupakan milik fasilitas umum (fasus) dan fasilitas sosial (fasos) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dikontrakkan sejak 2007. Zein meminta kepada Sandiaga Uno agar lahan tersebut bisa digunakan kembali kepada masyarakat untuk lahan hijau atau pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).
    Baca : Cabut Pembatasan Motor, Sandiaga: Tetap Tak Boleh Lewat Trotoar

    "Warga enggak bisa menikmati lahan itu karena ada satu golongan sudah kontrak dengan Pemrpov DKI Jakarta atas lahan tersebut. Jadi maksud kami ke ini, supaya fasos fasum dijadikan sesai fungsinya ke awal," ujar Muhammad Zein di Balai Kota Jakarta, Selasa, 14 November 2017.

    Zein mengatakan lahan tersebut dikontrak untuk membangun rumah ibadah. Semetara itu, kata Zein, pembangunan ibadah tersebut tidak mengacu kepada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 dengan dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan.

    Selain itu, kata Zein, kontrak rumah ibadah tersebut seharusnya hanya lima tahun sejak 2007 hingga 2012. Namun, Zein mengatakan kontrak tersebut justru diperpanjang pada era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menjadi pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta.

    "Pak Wagub, persetujuan warga itu tanda tangannya dipalsukan. Ada saksinya. Saksi hidup semua. Dari 2007, Pak. Tanda tangan dipalsukan. Banyak, Pak," ujar Zein. "Lahan tersebut kini kosong dan terbengkalai."

    Mendengar keluhan tersebut, Sandiaga Uno mengatakan akan mengecek lahan tersebut. Ia mengaku pernah melintas di lahan yang dimaksud, namun saat itu ia tidak memiliki wewenang lantaran belum dilantik. "Nanti saya sampaikan kepada Pak Rustam (staf ahli). Kami cek dulu. Banyak doa ya, Pak," ujar Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.