Senin, 19 Februari 2018

Sandiaga Uno Bantah Penggusuran Banjir Kanal Barat Abaikan Warga

Reporter:

Larissa Huda

Editor:

Dwi Arjanto

Selasa, 14 November 2017 12:43 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno Bantah Penggusuran Banjir Kanal Barat Abaikan Warga

    Suasana penggusuran di jalan inspeksi Banjir Kanal Barat, Jakarta Pusat. Senin, 13 November 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno membantah penggusuran bangunan liar di sekitar Banjir Kanal Barat, Jalan Tenaga Listrik, Tanah Abang, tidak memperhatikan nasib warga setempat yang ditertibkan pada Senin, 13 November. Sandiaga meyakini bahwa penertiban yang ia lakukan merupakan upaya menata kota.

    "Yang BKB (Banjir Kanal Barat) itu kebetulan mereka duduki baru saja, belum terlalu lama. Ini yang kami yakini karena kami berbasis data," ujar Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Selasa, 14 November 2017, soal penggusuran kemarin.

    Baca: Penggusuran di Sekitar Kanal Kanal Banjir Barat Tanpa Perlawanan

    Menurut Sandiaga, penghuni BKB yang ditertibkan tersebut tidak berdomisili di Jakarta. Sandiaga menuturkan mereka yang tinggal di bangunan liar tersebut juga tidak terdata dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Selain itu, ucap Sandiaga, mereka yang sudah terdata sengaja dipindahkan dengan tujuan agar tingkat kesejahteraannya bisa naik kelas. Menurut Sandiaga, apabila tidak dipindahkan, kehidupan mereka tidak akan berkembang.

    "Kami mau UKM itu enggak jalan di tempat, tapi UKM itu patuh kepada kami, lalu kami tata, usahanya meningkat. Atau mereka bisa naik dari mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar, itu tujuan kami," ujar Sandiaga.

    Berdasarkan penelusuran Tempo kemarin, beberapa warga yang tinggal di sekitar BKB kecewa telah memilih Anies Baswedan dan Sandiaga pada masa kampanye pemilihan kepala daerah DKI lalu. Mereka mengaku memilih Anies-Sandi dengan harapan tidak akan digusur tanpa ada solusi penyelesaian.

    Penggusuran tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan yang selama ini diisi bangunan liar warga. Pemerintah Provinsi DKI telah melakukan sosialisasi serta memberikan surat peringatan penggusuran sejak satu pekan lalu. Penggusuran 101 bangunan liar di Jalan Tenaga Listrik dan 50 bangunan di Cideng berjalan tanpa perlawanan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.