Selasa, 11 Desember 2018

Agar Gubuk Tak Muncul Setelah Digusur, Ini Perintah Sandiaga Uno

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satpol PP membongkar gubuk liar di jalan Inspeksi Kanal Banjir Barat, Jakarta, 13 November 2017. Sebagian warga telah berinisiatif membongkar sendiri bangunan liar yang mereka dirikan sebelum ditertibkan petugas. Tempo/Ilham Fikri

    Petugas Satpol PP membongkar gubuk liar di jalan Inspeksi Kanal Banjir Barat, Jakarta, 13 November 2017. Sebagian warga telah berinisiatif membongkar sendiri bangunan liar yang mereka dirikan sebelum ditertibkan petugas. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan jalan inspeksi Kanal Banjir Barat harus bersih dari bangunan liar. Karena itu, seusai operasi penertiban Senin, 13 November 2017, kawasan itu harus diawasi agar tidak ada lagi penduduk yang masuk dan mendirikan bangunan di sana.

    "Kami menempatkan aparat di sana untuk mengantisipasi agar mereka tidak mengokupasi lagi,” ucap Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Selasa, 14 November 2017. “Saya sudah berikan perintah jelas ke Pak Yani, Kasatpol PP, agar menempatkan personel di sana lebih cepat."

    Baca: Warga Kecewa ke Anies-Sandi Terkait Penggusuran di Kanal Banjir

    Menurut Sandiaga, jalan inspeksi dibangun untuk sistem pengendalian banjir. Jalan itu digunakan alat berat untuk mengeruk sampah dan endapan di dasar kanal. Jika jalan dipenuhi bangunan, dengan sendirinya alat berat tidak menjalankan fungsinya. "Kanal ini harus dipastikan bisa berfungsi untuk menghadapi musim hujan," ujar Sandiaga.

    Berdasarkan pengawasan menggunakan kamera drone, Sandiaga Uno memastikan sudah tidak ada lagi bangunan liar di jalan inspeksi Kanal Banjir Barat. Alat berat dengan mudah lalu lalang untuk mengeruk kanal. 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.