Tangani Banjir Pertama Kali, Ini Langkah Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjau kawasan Bukit Duri Nomor 10 B, Tebet, Jakarta Selatan, 15 November 2016. TEMPO/Friski Riana

    Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjau kawasan Bukit Duri Nomor 10 B, Tebet, Jakarta Selatan, 15 November 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengumpulkan wali kota dan jajarannya untuk memastikan kesiapan aparat dalam menangani ancaman banjir di ibu kota. Langkah ini dirasa perlu karena musim hujan telah tiba. "Seluruh jajaran harus dalam posisi responsif sehingga tidak ada situasi yang lambat direspons," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu, 15 November 2017.

    Anies akan mengambil tindakan tegas kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terbukti lalai dalam penanganan banjir. "Akan ada teguran keras untuk semua yang tidak responsif dan lambat," ujarnya.

    Anies sudah memeriksa sejumlah titik yang berpotensi banjir. Dari pengamatannya itu disimpulkan, penanganan banjir kurang maksimal karena banyaknya bangunan di bantaran sungai.  Dengan adanya bangunan itu otomatis alat-alat berat tidak bisa masuk untuk mengeruk sungai.

    Di satu tempat, kata Anies Baswedan, ada bangunan yang terpaksa dibongkar agar alat berat bisa masuk. Tembok-tembok di bantaran sungai juga harus dibongkar untuk menghindari longsor akibat pengerukan. "Pembangunan di kanan kiri sungai yang sangat mengganggu aliran sungai, kalau kami keruk persis tembok di sampingnya bisa runtuh," ujar Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.