Lansia yang Telantar di Menteng Atas Dibawa ke RSUD Pasar Minggu

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah lansia menunggu pemberian angpao oleh umat Buddha yang berdoa pada saat malam tahun baru Imlek di Vihara Dharma Bhakti di kawasan Petak Sembilan, Jakarta, 27 Januari 2017. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah lansia menunggu pemberian angpao oleh umat Buddha yang berdoa pada saat malam tahun baru Imlek di Vihara Dharma Bhakti di kawasan Petak Sembilan, Jakarta, 27 Januari 2017. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO - Jakarta - Petugas Dinas Sosial Jakarta Selatan membawa pria lansia (lanjut usia), Tedy Yusuf, 60 tahun, ke Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu. Teddy dibawa karena sedang sakit dan tergeletak lemah di pinggir jalan di Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.

    "Dibawa ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut karena kondisinya lemah," ujar Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Mursidin dalam keterangan tertulis Dinas Sosial DKI, Kamis, 16 November 2017.

    Menurut Mursidin, dari informasi warga yang diterimanya, Tedy yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu telah sakit sekitar dua bulan. Selama ini, Teddy makan atas pemberian kenalan. "Sudah lama juga memang Tedy menggelandang di kawasan itu dan tidak mempunyai tempat tinggal tetap," ucapnya.

    Sebelum di bawa ke RSUD, Teddy mendapat perawatan di Puskesmas Setiabudi. Dari keterangan petugas Puskesmas Setiabudi, Teddy didiagnosis menderita tuberkulosis akut. "Ini menyebabkan badannya kurus kering," ujar Mursidin.

    Mursidin menuturkan, saat dibawa, Teddy tidak memiliki kartu identitas apa pun, baik kartu tanda penduduk maupun kartu keluarga. Mursidin juga mengatakan lansia itu diketahui tidak memiliki keluarga. "Kami berdoa agar dia segera sembuh," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.