Diamond Karaoke Ditutup Anies-Sandi, Furnitur Belum Dibongkar

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup permanen Diamond Karaoke pada Kamis malam, 16 November 2017. FOTO: Dokumentasi Humas Pemprov DKI

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup permanen Diamond Karaoke pada Kamis malam, 16 November 2017. FOTO: Dokumentasi Humas Pemprov DKI

    TEMPO.CO, Jakarta - Stiker berisi pernyataan penutupan dan pelarangan kegiatan usaha terpampang di kaca depan Diamond Karaoke, yang terletak di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Surat larangan yang ditandatangani Ketua Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta pada 16 November 2017 itu menghentikan operasi salah satu pusat hiburan malam di Jakarta tersebut.

    "Saya ditugaskan berjaga karena masih banyak aset-aset pemilik usaha di dalam," kata Marno, petugas keamanan Diamond Karaoke saat ditemui Tempo di lokasi, Jumat, 17 November 2017.

    Pintu kaca transparan Diamond Karaoke di lantai 6 kini sudah ditutup dua triplek berwarna putih.  Namun furnitur karaoke belum ada yang dipindahkan dan masih terlihat seperti sebelum operasinya ditutup. "Belum tahu kapan akan dikosongkan," ujarnya.

    Penutupan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    "Penutupan malam itu berlangsung aman terkendali, tidak ada protes dari pemilik," ucap petugas keamanan yang sudah tidak lagi mengenakan seragam satpam berwarna hitam itu sejak Diamond Karaoke disegel.

    Diamond Karaoke ditutup berdasarkan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan. Peraturan tersebut menyebutkan pengelola tempat hiburan yang membiarkan peredaran, penjualan, dan pemakaian narkoba di tempatnya akan dicabut izin usahanya.

    Perda tersebut dipertajam dengan peraturan gubernur yang menyatakan, jika dua kali ditemukan narkoba, tempat hiburan malam tersebut harus ditutup dan tidak diizinkan membuka usaha serupa di mana pun.

    Pada Rabu malam, 13 September 2017, Indra Pilliang dan dua rekannya terkena razia di Diamond Karaoke. Polisi mengamankan barang bukti berupa satu set alat isap sabu-sabu dan cangkong bekas pakai, satu plastik bekas pakai, serta sebuah korek api.

    Setelah dilakukan tes urine, Indra, yang merupakan politikus Partai Golkar, dinyatakan positif mengonsumsi sabu-sabu.

    Djarot Saiful Hidayat, yang saat itu masih menjadi Gubernur DKI, menyatakan Diamond Karaoke disegel sambil menunggu hasil penyelidikan kepolisian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.