Kepala Pos Polisi Pengedar Narkoba Sabu Diciduk Saat Bersantai

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BNN: 250 Ton Sabu dari Cina Beredar di Indonesia

    BNN: 250 Ton Sabu dari Cina Beredar di Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Kepala Pos Polisi Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Barat Inspektur Dua dengan inisial MS ditangkap saat sedang bersantai. Dia ditangkap dengan barang bukti 5 gram sabu. "Sedang duduk-duduk dia," kata Argo, Senin, 20 November 2017.

    Menurut Argo, Ipda MS sudah dua kali mengedarkan narkoba tersebut. Dia ditangkap berdasarkan kesaksian para tersangka narkoba yang sudah ditangkap sebelumnya. "Dia pemakai juga, bersekongkol dengan tersangka lain," ucapnya.

    Penangkapan dilakukan pada Ahad pagi, 19 November 2017, saat polisi sedang melakukan penangkapan terhadap salah satu tersangka dan menemukan Ipda MS di lokasi penangkapan. "Dalam melakukan penangkapan di kos-kosan itu, kami menemukan Kapospol di situ," jelas Argo.

    Baca: Kepala Pos Polisi Tertangkap Membawa Lima Gram Sabu

    Hingga saat ini, Ipda MS masih ditahan di Polres Jakarta Barat untuk dimintai keterangan dalam pengembangan jaringan peredaran narkoba. "Kami melakukan penahanan di polres," ujar Argo.

    Ipda MS dapat dijerat undang-undang pasal 127 juncto pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagai pecandu. Namun kemudian dilengkapi pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 juncto Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, karena dia merupakan pemilik sabu-sabu.

    Menurut Argo, soal hukuman yang akan diterima Ipda MS karena mengedarkan narkoba jenis sabu masih dalam proses, dia belum dapat menyimpulkan pemecatan terhadap oknum polisi tersebut. "Semuanya kan mesti diproses dulu, sama pidananya," kata Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.