Satu Kantong Mayat Kebakaran Pabrik Petasan Sulit Diidentifikasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas forensik RS Polri Kramatjati menurunkan jenazah korban pabrik petasan yang meledak di Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramatjati, Jakarta, 26 Oktober 2017. ANTARA

    Petugas forensik RS Polri Kramatjati menurunkan jenazah korban pabrik petasan yang meledak di Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramatjati, Jakarta, 26 Oktober 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification RS Polri Kramat Jati telah mengidentifikasi 43 dari 44 kantong jenazah korban kebakaran pabrik petasan dan kembang api di Kosambi, Tangerang. Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan dari 44 kantong yang sudah diketahui identitasnya masih ada satu lagi yang belum ditemukan.

    "DNA-nya tidak ada yang sama dengan keluarga korban yang melapor," katanya, Senin, 20 November 2017. Argo mengatakan kesulitan dalam mengidentifikasi dikarenakan kondisi mayat yang sudah rusak terbakar. 

    Hingga saat ini salah satu korban hilang, Ega Subarna, juga belum ditemukan. Polisi tidak menemukan kecocokan DNA tukang las yang diduga sebagai penyebab kebakaran itu dengan jenazah yang ditemukan. "Makanya kita cek lagi keberadaan dia," kata Argo.

    Baca: Misteri Tukang Las yang Jadi Tersangka Kebakaran Pabrik Petasan

    Keluarga Ega pun, kata Argo, memberikan keterangan bahwa Ega belum kembali ke rumah. "Belum pulang, kita sedang lidik," ucap Argo.

    Sebanyak 48 orang meninggal akibat kebakaran pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 26 Oktober 2017. Pabrik itu dimiliki PT Panca Buana Cahaya Sukses.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.