Pelaku Pemberi Miras ke Binatang TSI Menyerahkan Diri ke Polisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian mobil yang melihat rusa di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Jawa Barat, 7 Juli 2016. Pengelola TSI mendekorasi area rekreasi dengan nuansa Idul Fitri. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Antrian mobil yang melihat rusa di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Jawa Barat, 7 Juli 2016. Pengelola TSI mendekorasi area rekreasi dengan nuansa Idul Fitri. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Bogor - Empat pelaku pemberi minuman keras atau miras ke binatang Taman Safari Indonesia (TSI) menyerahkan diri ke Kepolisian Resor Bogor. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan para pelaku dengan sadar menyerahkan diri ke polisi sebelum ada pemanggilan. 
     
    "Mereka langsung ke Polres, lalu kita melakukan pemeriksaan dan pelaku mengakui perbuatannya tersebut," kata Agung Budi Maryoto kepada Tempo di Polres Bogor, Senin, 20 November 2017.

    Dua dari empat pelaku pencekok minuman keras kepada satwa di Taman Safari Indonesia menyatakan mereka tidak berniat melakukan hal-hal bodoh atau intimidasi terhadap satwa. Dalam keterangannya pelaku atas nama Alysaa Dwi Fitri Amanda, 24 tahun, mengatakan peristiwa tersebut terjadi secara spontan dan tidak ada unsur kesengajaan.

    Baca: Sering Dikasih Makan Pengunjung Bikin Satwa TSI Jadi Pengemis

    Terkait dengan minuman keras yang diberikan kepada satwa, Alyssaa mengaku minuman tersebut untuk dibawa ke rumah setelah kembali dari kunjungan ke Taman Safari. "Sebenarnya minuman itu untuk di rumah, cuman ketika itu Philip spontan membuka aja minuman itu di tempat kuda nil. Saya benar-benar minta maaf kepada pihak Taman Safari dan kepada seluruh masyarakat," kata Alysaa.

    Para pelaku pencekokan minuman keras ke satwa TSI bisa dijerat Pasal 302 tentang penganiayaan terhadap binatang. Ancaman hukuman atas pelanggaran pasal itu adalah tiga bulan kurungan penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.