Ello Konsumsi Ganja agar Mudah Tidur

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Marcello Tahitoe dan rekannya, Diego Maradona, dalam sidang keterangan saksi ahli terkait kasus penyalahgunaan ganja di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 21 November 2017. FOTO: Tempo/Zara Amelia

    Penyanyi Marcello Tahitoe dan rekannya, Diego Maradona, dalam sidang keterangan saksi ahli terkait kasus penyalahgunaan ganja di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 21 November 2017. FOTO: Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Marcello Tahitoe atau Ello mengaku mengkonsumsi narkotik jenis ganja agar mudah tidur. Hal itu disampaikan anggota Seksi Rehabilitasi Tim Assessment Terpadu Badan Narkotika Nasional sebagai saksi ahli dalam sidang kasus penyalahgunaan narkotik oleh Ello dan rekannya, Diego Maradona. Sidang itu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda keterangan saksi ahli dari kuasa hukum Ello, Chris Sam Siwu, pada Selasa, 21 November 2017.

    Dokter Ferdiana, yang merupakan anggota Tim Medis Assessment, telah mewawancarai Ello sebelum direhabilitasi terkait dengan penggunaan ganja. Menurut dia, Ello mengaku mengkonsumsi narkoba untuk menenangkan tubuh. "Dia merasa rileks dan mudah tidur. Bila tidak menggunakan ganja, dia gelisah, sensitif, dan sulit berkonsentrasi," kata Ferdiana kepada hakim ketua.

    Ferdiana juga menuturkan Ello telah mengkonsumsi ganja sejak 2003. "Kemudian penggunaan menjadi sering sejak 2005. Hampir tiap hari," ucap Ferdiana.

    Baca: Ello Direhabilitasi, Aurelie Moeremans Tetap Setia

    Ello dan Diego ditangkap Satuan Reserse Narkotika Kepolisian Resor Jakarta Selatan di Jalan Griya Kecapi, Jagakarsa, pada 6 Agustus 2017. Polisi menyita dua paket ganja yang masing-masing beratnya 1,11 gram dan 1,03 gram. 

    Jaksa mendakwa Ello dan Diego dengan Pasal 111 dan 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait dengan kepemilikan dan penyalahgunaan narkotik golongan I. Keduanya terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

    Sebelumnya, atas rekomendasi BNN, Ello sudah menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur, Jakarta Timur, sejak 14 Agustus lalu. Dokter Ferdiana menjelaskan, Ello layak direhabilitasi karena statusnya yang hanya sebagai pengguna. "Layak diobati melalui rehabilitasi, terutama bila mereka (Ello dan Diego) tidak terlibat dengan jaringan pengedar," ujar Ferdiana.

    Kuasa hukum Ello, Chris Sam Siwu, mengatakan, selama menjalani proses rehabilitasi agar terlepas dari ketergantungan terhadap ganja, Ello sudah memantapkan diri ingin berubah menjadi lebih baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.