Polisi Tangkap Pengunggah Video Persekusi Cikupa

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LSPK) menemui sejoli korban persekusi dan penganiayaan, R dan M di Polresta Tangerang, Tigaraksa, Kamis, 16 November 2017. Foto/Dokumentasi LSPK

    Tim Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LSPK) menemui sejoli korban persekusi dan penganiayaan, R dan M di Polresta Tangerang, Tigaraksa, Kamis, 16 November 2017. Foto/Dokumentasi LSPK

    TEMPO.CO, Tangerang - Tim Cyber Polres Kota Tangerang membekuk GS, 18 tahun, yang diduga sebagai orang yang pertama kali mengunggah video persekusi terhadap sejoli R (28) dan MA (20) di Cikupa Kabupaten Tangerang. "Setelah melalui serangkaian penyelidikan, GS kami tangkap di rumah kontrakannya di Jatiuwung pada 20 November 2017," kata Kapolres Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar M.Sabilul Alif, Kamis, 23 November 2017.

    Sabilul menyatakan, berdasarkan penelusuran Tim Cyber, video itu pertama kali muncul di akun facebook milik GS. Video ini kemudian menjadi viral setelah disebar secara masif oleh warganet. “Munculnya video ini semakin membuat mental atau psikologis korban jatuh,” ujar Sabilul.

    Atas perbuatannya mengunggah video persekusi itu, GS dijerat Pasal 45 juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Dari tangan GS, polisi menyita barang bukti berupa telepon genggam berikut sim card-nya.

    Sabilul mengimbau agar masyarakat tidak mengunggah konten-konten negatif ke ranah publik. Konten yang dianggap negatif  itu adalah memuat ujaran kebencian, kekerasan, dan pornografi. Sabilul juga meminta masyarakat tidak mengambil alih peran lembaga peradilan dalam menyelesaian masalah hukum. “Jangan main hakim sendiri. Jika terjadi permasalahan serahkan kepada aparat hukum,” katanya.

    Baca: Korban Persekusi Cikupa Hari ini Resmi Menikah

    Insiden yang menimpa pasangan R dan MA terjadi pada 11 November lalu.  Saat itu R sedang mengunjungi MA yang berada di rumah kontrakannya. Tiba-tiba sekelompok pria datang dan menuduh mereka berbuat mesum. Pasangan itu ditelanjangi dan diarak keliling kampung. R berkali-kali menerima pukulan. Beberapa orang merekam adegan itu dan menyebarkannya lewat internet.

    Pada selasa lalu, pasangan korban persekusi itu "melegal" hubungan mereka melalui pernikahan secara siri di Kelurahan Kadu Agung Kecamatan Tigaraksa, Tangerang. Mereka juga sudah didaftarkan untuk mengikuti pernikahan massal pada awal Desember nanti. “Nikah itu bagian dari upaya kami melakukan trauma healing kepada korban, walaupun traumatik itu masih belum hilang," kata Sabilul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...