Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Bekasi Diklaim Ramah Lingkungan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekasi Jadi Pusat Sampah Tiga Daerah

    Bekasi Jadi Pusat Sampah Tiga Daerah

    TEMPO.CO, Bekasi - Pembangkit listrik tenaga sampah segera dioperasikan secara resmi di Kota Bekasi, Jawa Barat. PT Nusa Wijaya (NW) Abadi telah menyelesaikan pengembangan infrastruktur tahap pertama di Tempat Pembuangan Akhir Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

    "Teknologi yang dipakai bukan incinerator, tapi CHCB (coal handling control building)," kata Chief Executive Officer NW Industries Group Teddy Sujarwanto, Rabu, 22 November 2017.

    Menurut dia, meski hampir mirip incinerator, hasil pembakaran tak akan mencemari lingkungan karena sudah dinormalkan menggunakan reaktor. "Kalau incinerator, sampah dibakar di dalam boiler dan gas buangnya susah dikontrol," ucapnya.

    Selama dua bulan uji coba mesin dengan kapasitas bakar sampah mencapai 120 ton per hari, listrik yang dihasilkan sebesar 18 ribu kWh. 

    Baca: Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Angin Indonesia 1,6 GW

    Ke depan, dengan investasi hingga Rp 2 triliun, perusahaan akan membangun empat pembangkit listrik di setiap zona di TPA Sumurbatu. Setiap hari, empat pembangkit berkapasitas pembakar 2.200 ton itu bisa menghasilkan listrik 34 megawatt. "Secara lisan, PLN sudah oke, mau membeli listrik yang kami produksi," ujarnya.

    Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Sudirman menuturkan Kota Bekasi merupakan daerah pertama yang membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSA). "Teknologi ini sangat cocok diterapkan di daerah yang mengalami keterbatasan lahan," katanya.

    Sudirman berharap daerah lain bisa meniru Kota Bekasi yang mampu menggandeng pihak ketiga untuk mengelola sampah menjadi tenaga listrik. Sebab, pengelolaan sampah menjadi nilai ekonomi merupakan perhatian pemerintah pusat. Apalagi sampah yang dikelola bisa menghasilkan listrik untuk masyarakat setempat.

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meyakini dioperasikannya teknologi pengolah sampah tersebut akan mengatasi krisis lahan pembuangan sampah. Menurut dia, lahan TPA Sumurbatu sudah overload dengan produksi sampah setiap hari mencapai 1.500 ton. "Kami akan pamerkan kepada presiden ketika kunjungan ke Bekasi awal Desember nanti," ujar Rahmat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.