Mendikbud: Sekolah Harus Waspada Perilaku Duel Ala Gladiator

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lapangan yang menjadi lokasi duel ala gladiator  di  Kampung Leuwihalang Desa Cibodas Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor.  TEMPO/M. Sidik Permana

    Lapangan yang menjadi lokasi duel ala gladiator di Kampung Leuwihalang Desa Cibodas Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. TEMPO/M. Sidik Permana

    TEMPO.CO, Bogor -Terkait kasus duel ala gladiator, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan perkelahian pelajar yang dilakukan satu lawan satu atau secara berkelompok pelajar yang kerap terjadi sekarang merupakan Perilaku kolektif menyimpang.

    "Perkelahian pelajar seperti ini adalah sudah menjadi perilaku kolektif menyimpang di kalangan siswa," kata dia, usai memberikan arah kepada ratusan Kepala Sekolah Negeti dan Swasta Se-Kabupaten Bogor, Selasa 28 November 2017.

    Dia mengatakan, semua Kepala Sekolah termasuk guru lebih cermat dan waspada serta wajib mengetahui ciri-ciri prilaku kolektif menyimpang dikalangan siswa yang dapat mengakibatkan terjadinya perkelahian antar pelajar,
    Baca : Polisi Sebut Duel ala Gladiator SMP Rumpin untuk Uji Ilmu Kebal

    "Kejadian seperti ini sudah terulang beberapa kali, untuk itu saya minta kepala sekolah lebih cermat dan menditeksi adanya gerombolan atau kelompok siswa seperti ini," kata dia. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kedepanya akan merancang sekema dalam program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam pendidikan pengawasanya harus bersama dilakukan oleh sekolah, keluarga dan masyarakat.

    "Selama ini paradigma dalam pendidikan kita adalah hanya menjadi tugas sekolah, untk kedepanya kita akan rancang dan sekema yang melibatkab ketiganya agar ikut mengawasi," kata dia.

    Menurut Mendikbud, sistem pendidikan di Indonesia mendatang pun mewajibkan pihak sekokah wajib membenahi Base School Management-nya sehingga sekolah akan menjadi pusat kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswanya. "Jadi semua siswa yang kegiatan belajarnya di sekolah, di rumah bahkan di tengah masyarakat dan pusat kegiatanya tetap dilakukan oleh pihak sekolah," kata dia.

    Dalam program Base School Management ini, pihak sekolah akan membuat dan mengeluarkan rapor ganda. "Yakni rapor akademik yang menjadi tanggungjawab sekolah dan mengeluarkan rapor kepribadian untuk kegiatan pendidikan siswa yang dilakukan ditengah masyarakat," demikian Mendikbud terkait upaya cegah dini kekerasan siswa termasuk duel ala gladiator.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.