Kenapa Fadli Zon Sebut Kasus Ahmad Dhani adalah Kriminalisasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, datang ke Kantor Kepolisian Resor Metro Jaya pada pukul 23.24 WIB untuk menjenguk koleganya, Ahmad Dhani. Dhani sampai saat ini sedang diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, Jakarta, 30 November 2017. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, datang ke Kantor Kepolisian Resor Metro Jaya pada pukul 23.24 WIB untuk menjenguk koleganya, Ahmad Dhani. Dhani sampai saat ini sedang diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, Jakarta, 30 November 2017. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon menyebut tuduhan ujaran kebencian yang ditujukan kepada musikus Ahmad Dhani sebagai bentuk kriminalisasi. Menurut Fadli, cuitan Dhani yang dipublikasikan pada Maret 2017 merupakan bentuk dari ekspresi diri.

    “Kicauan ini tidak menyebut agama, suku, atau golongan apa. Juga tidak menyebut nama orang,” kata Fadli setelah menjenguk Ahmad Dhani di Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Jumat dinihari, 1 Desember 2017.

    Baca: Fadli Zon Jenguk Ahmad Dhani di Polres Jakarta Selatan

    Menurut Fadli, kasus ini menunjukkan Indonesia sedang diuji akal sehatnya dan kedudukan hukumnya. Fadli mencurigai kasus ini ada keterlibatan rezim penguasa saat ini.

    “Dan cuitannya itu tidak ada apa-apanya. Jadi jangan sampai masalah yang seperti ini dipidanakan. Ini, menurut saya, kriminalisasi,” ucapnya.

    Meskipun begitu, Fadli menuturkan akan membiarkan proses hukum Ahmad Dhani berjalan. Dia juga menegaskan tidak melakukan intervensi terhadap pemeriksaan yang sedang berlangsung. “Kami serahkan kepada penegak hukum,” tutur Fadli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.