Panitia Reuni 212: Tak Boleh Ada yang Larang Anies Baswedan Hadir

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberikan sambutan kepada ribuan umat muslim yang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di  lapangan silang Monumen Nasiaonal, Jakarta, 1 Desember 2017. Panitia Penyelengaraan Majelis Rasullah mengatakan sekitar 10.000 orang menghadiri hari lahir Nabi Muhammad SAW. Tempo/Ilham Fikri

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberikan sambutan kepada ribuan umat muslim yang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lapangan silang Monumen Nasiaonal, Jakarta, 1 Desember 2017. Panitia Penyelengaraan Majelis Rasullah mengatakan sekitar 10.000 orang menghadiri hari lahir Nabi Muhammad SAW. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW dan Reuni Akbar Alumni 212 sudah mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghadiri acara besok, Sabtu, 2 Desember 2017. Kini, penyelenggara tinggal menunggu kepastian kehadiran orang nomor 1 di DKI Jakarta itu.

    "Yang jelas, (Anies Baswedan) kami undang," kata ketua panitia pelaksana, Misbahul Anam, di sela-sela Kongres Alumni 2012 di Wisma Persaudaraan Haji Indonesia, Cempaka Putih, Jakarta, hari ini, Jumat, 1 Desember 2017.

    Misbahul tak bisa memastikan apakah Anies akan hadir. "Nanti saya bilang tidak datang, (Anies Baswedan malah) datang," ujarnya.

    Yang pasti, dia melanjutkan, rangkaian acara reuni 212 digelar di Jakarta dan Anies adalah Gubernur DKI. Karena itu, kata dia, Anies punya hak untuk hadir dalam acara reuni 212. "Dan tidak ada yang boleh melarang," ucapnya.

    Menurut Misbahul, siapa saja boleh datang dalam reuni 212 di Monumen Nasional, besok. Acara dimulai dengan salat tahajud dan subuh berjemaah pukul 03.00, dilanjutkan dengan zikir, doa, tilawah, maulid, tausiah hingga pukul 10.00.

    Tanpa menyebutkan jumlahnya, ia berharap peserta reuni 212 lebih dari aksi 212 pada 2016. Sedangkan biaya acara, kata dia, mencapai miliaran rupiah. "Kurang dari Rp 4 miliar. Sumber dana dari umat," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.