Begini Harapan Ma'ruf Amin untuk Imam FPI Rizieq Syihab

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi KH Ma`ruf Amin di acara Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Majelis Rasulullah SAW di Monas, Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi KH Ma`ruf Amin di acara Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Majelis Rasulullah SAW di Monas, Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin berharap Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab bisa kembali ke Indonesia. 

    "Saya berharap beliau bisa kembali, bisa seperti biasa lagi seperti dulu kita bersama, utuh untuk membina umat, membina bangsa, dan menjaga keutuhan bangsa," katanya saat ditemui di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017.

    Ma’ruf menilai, sebagai tokoh yang memiliki pengikut cukup banyak, Rizieq tetap dibutuhkan untuk mengutuhkan Indonesia. Sejak terkena sejumlah kasus, Rizieq memboyong keluarganya ke Arab Saudi.

    Baca: Ma'ruf Amin Sebut Reuni Alumni 212 Mengandung Unsur Politik

    Rizieq terjerat Pasal 154A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penodaan lambang negara Pancasila serta Pasal 320 tentang pencemaran nama baik terhadap presiden pertama Indonesia, Sukarno. Polisi berencana menjemput Rizieq terkait dengan kasus penodaan lambang negara Pancasila dan pencemaran nama baik.

    Menurut rencana, Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia untuk menghadiri reuni 212, yang digelar presidium alumni 212. Pada Kongres Alumni 212 di Wisma PHI Cempaka Putih, Jakarta Timur, Kamis, 30 November 2017, Rizieq menyampaikan sambutannya melalui sambungan telepon, yang diperdengarkan kepada seluruh peserta kongres. Panitia acara menghubungi Rizieq, yang kini masih berada di Mekah, Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.