Jelang Reuni 212, Kediaman Rizieq Dipenuhi Anggota FPI

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa anggota FPI berseragam putih tampak bersiaga di depan jalan kediaman Pimpinan FPI Rizieq Shihab pada Jumat, 1 Desember 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Beberapa anggota FPI berseragam putih tampak bersiaga di depan jalan kediaman Pimpinan FPI Rizieq Shihab pada Jumat, 1 Desember 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Tempo.co, Jakarta - Menjelang reuni 212 kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dibanjiri tamu. Mereka yang datang ke Jalan Petamburan III Kelurahan Petamburan Kecamatan  Tanah Abang,  Jakarta Pusat, itu sebagian besar adalah anggota FPI. "Sudah dari tanggal 30 November ramai di sini. Yang dari daerah juga sudah di Jakarta," ujar Ahmad Sobari, anggota FPI Petamburan, Jumat, 1 Desember 2017.

    Selain anggota FPI, tidak sedikit pedagang yang menggelar lapak di Jalan Petamburan III. Mereka menjual atribut FPI berikut pakaian dan perlengkapan muslim. "Buat siap-siap besok (reuni aksi 212)," ujar seorang pembeli yang tidak mau disebut namanya.

    Baca: Rizieq Dikabarkan Pulang, Sukmawati Minta Polisi Menangkapnya

    Hingga pukul 21.30, tidak kurang dari 30 anggota FPI berseragam serba putih, berkerumun di rumah Rizieq. Salah satu pimpinan FPI, Ahmad Sobri Lubis, terlihat berada di antara mereka. Rizieq dikabarkan kembali ke tanah air untuk mengikuti reuni aksi 212. "Insya Allah akan berjumpa di reuni 212 di Monas," kata Sobri Lubis. Namun hingga malam ini Rizieq belum tampak kehadirannya.

    Reuni 212 diadakan oleh Presidium Alumni 212 untuk memperingati setahun aksi 2 Desember 2016. Aksi ini digelar menjelang Pilkada DKI 2017. Pengunjuk rasa menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum karena dinilai telah mengeluarkan ucapan yang menodai agama Islam. Saat itu Ahok menjadi calon inkumben yang berpeluang besar untuk memenangkan Pilkada. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.