Setelah Dikunjungi Pacar, Siti Ditemukan Tewas Berlumuran Darah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Seorang perempuan bernama Siti Nurhayati, 22 tahun, ditemukan tewas berlumuran darah di Perumahan Amarapura Blok F 2 No. 18 RT 002/RW 05, Kademangan, Setu, Kota Tangerang Selatan. Pada tubuhnya ditemukan sejumlah luka terbuka akibat sayatan senjata tajam. Diduga perempuan ini menjadi korban pembunuhan.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander membenarkan pembunuhan itu. Namun ia belum bersedia memberi penjelasan secara rinci. “Belum bisa diketahui motifnya, proses penyelidikan sedang berjalan, mohon doanya semoga kasus ini cepat terungkap," katanya, Senin,  4 Desember 2017.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh dari di lokasi kejadian, diketahui Siti dikunjungi seorang pria bernama Ridwan pada 3 Desember 2017 sekitar pukul 19.00. Pria yang disebut-sebut sebagai pacar Siti ini datang bersama seorang temannya.

    Pada pukul 21.30, Nurleha, 14 tahun, adik angkat Siti, mendengar kakaknya berteriak. Dia buru-buru keluar kamar. Namun belum sempat bertemu Siti, dia dihadang oleh Ridwan. Lelaki itu mengatakan Siti sudah pergi ke pos jaga yang berada di gerbang kompleks. Jaraknya sekitar 100 meter.

    Tanpa pikir panjang, Nurleha berlari menyusul. Namun setelah meninggalkan rumah dia baru menyadari ada sesuatu yang janggal. Karena itu dia pun berbalik pulang. Benar saja, pacar kakaknya itu sudah tidak ada. Dia justru menemukan Siti tergeletak berlumuran darah. Nurleha pun buru-buru mencari bantuan.

    Polisi yang datang ke lokasi mendapati Siti telah tewas. Dari tempat itu disita barang bukti pisau bergagang plastik kuning, satu gelas bekas minum, serta sebuah topi warna hitam. Sepeda motor dan telepon genggam Siti raib, diduga dibawa oleh pelaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.