Senin, 19 Februari 2018

Ini Tiga Lokasi Rumah Murah DP Nol Rupiah Program Anies-Sandi

Reporter:

Linda hairani

Editor:

Untung Widyanto

Rabu, 6 Desember 2017 14:07 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ini Tiga Lokasi Rumah Murah DP Nol Rupiah Program Anies-Sandi

    Lapangan di Perkampungan Industri Kecil (PIK), yang akan dijadikan lokasi rumah susun sederhana milik dengan uang muka nol rupiah. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menugasi Dinas Perumahan dan dua perusahaan membangun rumah susun sederhana milik (rusunami) guna mendukung program uang muka (DP) nol rupiah yang menjadi janji kampanye Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno (Anies-Sandi).

    Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan menjelaskan, rumah tersebut mulai dibangun pada awal 2018 dan diharapkan selesai akhir tahun.

    Baca juga: Anggaran DP Nol Rupiah di APBD DKI Melonjak Drastis Dipersoalkan

    “Paling cepat akhir tahun depan sudah bisa dijual ke masyarakat,” kata Agustino kepada Tempo, Selasa, 5 Desember 2017.

    Koran Tempo edisi Rabu, 6 Desember 2017, menulis, rusunami tanpa uang muka bakal dibangun di tiga lokasi. Dinas Perumahan akan menggarap empat tower rusunami di Pusat Industri Kecil, Pulogadung, Jakarta Timur.

    PT Jakarta Propertindo akan membangun rusunami di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Adapun Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya akan membangun di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

    Penanggung jawab program dari Jakarta Propertindo, Hendra Lesmana, mengatakan pembangunan hunian bersubsidi itu bisa dimulai tahun depan. “Sekarang sedang persiapan,” ucapnya, Selasa.

    Hendra menjelaskan, Jakarta Propertindo akan membangun rusunami di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di sana, ada lahan seluas 1,1 hektare milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta.

    Jakarta Propertindo sedang menghitung jumlah tower dan unit yang akan dibangun. Perusahaan milik daerah ini juga masih menghitung perbandingan unit rumah susun untuk program DP nol rupiah dengan unit yang akan dijual komersial.

    Menurut Hendra, perusahaannya mengusulkan angka 30:70, yakni 30 persen untuk DP nol rupiah dan 70 persen untuk penjualan komersial. Hasil penjualan unit rumah susun komersial bisa menjadi sumber subsidi silang untuk unit rumah susun DP nol rupiah.

    Sembari merancang teknis pembangunan di lapangan, Hendra dan timnya juga menghitung subsidi yang akan diminta ke pemerintah DKI Jakarta. Kajian itu akan selesai dua pekan mendatang.

    Selain Jakarta Propertindo, Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya membangun rusunami DP nol rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

    Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan mengatakan pembangunan rusunami akan dimulai pada awal 2018. Dua tower berisi 700 unit akan dibangun di lahan seluas 1,3 hektare milik Sarana Jaya. “Kami siap menjalankan program itu,” katanya.

    Di Pulogadung, Dinas Perumahan akan membangun unit tipe 21 dan tipe 36. Menurut Agustino, unit tipe 21 cicilannya diperkirakan Rp 1,4 juta per bulan. Sambil mempersiapkan pembangunannya, Dinas Perumahan akan membentuk badan layanan umum daerah untuk memasarkan unit rumah susun.

    Simak juga: Alasan Sandiaga Uno Rahasiakan Lokasi Perumahan DP Nol Rupiah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pembangunan rusunami di lahan milik pemerintah Jakarta juga akan melibatkan perusahaan swasta. Ia sedang menyusun peraturan gubernur yang mengatur mekanisme program, termasuk asuransi kreditnya. “Tujuannya memberi kemudahan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat,” tutur Anies.

    Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD DKI Jakarta, William Yani, meminta Anies memperhitungkan kemungkinan munculnya kredit macet ketika program DP nol rupiah berjalan. “Kalau ada kredit macet, angsurannya menjadi beban siapa?” 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan meliputi kualitas, potensi, kesimbangan sumber daya hutan dan lingkungan hidup.