Sabtu, 22 September 2018

Banjir Rob, Sandiaga Uno: Bulan Purnama Banyak yang Jatuh Cinta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air merembes dari Tanggul Gedung Pompa Waduk Pluit, Jakarta Utara, Rabu 6 Desember 2017. Tempo/Alfan Hilmi.

    Air merembes dari Tanggul Gedung Pompa Waduk Pluit, Jakarta Utara, Rabu 6 Desember 2017. Tempo/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan menyiapkan karung pasir dan pompa sebagai antisipasi jangka pendek terjadinya banjir rob di DKI. "Kami akan siapkan terus dan itu akan kontinyu," kata Sandi di Balai Kota DKI, Rabu, 6 Desember 2017.

    Sandi menilai banjir rob yang terjadi belakangan ini merupakan fenomena dari siklus cuaca yang ekstrem. Selain itu, banjir rob juga terjadi seiring dengan kemunculan bulan purnama. "Karena ini bulan purnama, banyak yang jatuh cinta di bulan purnama, termasuk air naik," katanya.
    Baca : Curah Hujan Tinggi, Anies Baswedan Perintahkan Jajaran Siaga Bencana

    Akibat fenomena siklus tersebut, kata Sandi, banjir rob juga dialami tiga pulau di Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, dan Pulau Lancang. Padahal, wilayah itu sebelumnya tidak pernah terjadi banjir.
    Warga melintasi banjir rob yang melanda kawasan Muara Baru di Penjaringan, Jakarta, 5 Desember 2017. TEMPO/Subekti

    Karena itu, Sandi mengatakan akan menyiagakan pompa dan karung pasir selama 24 jam. Adapun untuk solusi banjir rob jangka panjang, Sandi menuturkan bahwa proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) adalah jawabannya.

    Pada Selasa, 5 Desember 2017, sejumlah rumah penduduk di RT 20 RW 17 Blok C, Penjaringan, Jakarta Utara, tergenang banjir rob yang meluap dari tanggul Waduk Pluit. Ketinggian banjir rob pada Kamis pukul 09.00 mencapai 1,5 meter. Air baru surut setelah empat jam kemudian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.