Minggu, 27 Mei 2018

Setelah Reuni 212, Sandiaga Uno: Akan Ada Perayaan Natal di Monas

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menari Tor-tor bersama jemaat Gereja HKBP Cilincing, Jakarta Utara. 11 November 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menari Tor-tor bersama jemaat Gereja HKBP Cilincing, Jakarta Utara. 11 November 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan ada rangkaian perayaan Natal di Monas. Gubernur DKI Anies Baswedan dijadwalkan hadir dalam acara itu. "Ada kolekte, ada juga pesan damai Natal dan sambutan dari Bapak Gubernur," ucap Sandiaga di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

    Sandi mengatakan telah bertemu dengan sejumlah perwakilan dari organisasi keagamaan Nasrani untuk membicarakan perayaan Natal. Dalam pertemuan itu disepakati perayaan dipusatkan di Monas pada awal Januari 2018. "Untuk ritualnya dilakukan sendiri-sendiri, karena umat Nasrani kan beragam,” ujar Sandiaga.

    Gubernur Anies Baswedan telah mengizinkan penggunaan Monas untuk kegiatan keagamaan. Izin ini mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 186 Tahun 2017 tentang perubahan Pergub Nomor 160 Tahun 2017 tentang pengelolaan kawasan Monas. Dalam aturan itu, Monas bisa digunakan untuk kegiatan negara, pendidikan, sosial, budaya, dan agama.

    Setelah ada aturan itu, kegiatan keagamaan pertama di Monas adalah perayaan Maulid Nabi Muhammad pada 1 Desember 2017, kemudian disusul Reuni 212 yang digelar sehari kemudian. Reuni ini dalam rangka  memperingati setahun aksi 212 (2 Desember 2016) untuk menolak pencalonan Basuki Tjahaja Purna alias Ahok dalam pemilihan kepala daerah DKI 2017.

    Menurut Sandiaga Uno, rencana perayaan Natal di Monas sudah dibicarakan jauh-jauh hari. Pemerintah DKI juga sudah bertemu dengan Persatuan Gereja Indonesia dan Forum Kerukunan Umat Beragama.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.