Alasan Anies Baswedan Rahasiakan Konsep Penataan Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas satpol PP menghimbau pedagang agar tidak berjualan di atas trotoar  di Tanah Abang, Jakarta, 8 November 2017. Kawasan di sekitar Pasar Tanah Abang dianggap masih semrawut dan rawan macet. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    Sejumlah petugas satpol PP menghimbau pedagang agar tidak berjualan di atas trotoar di Tanah Abang, Jakarta, 8 November 2017. Kawasan di sekitar Pasar Tanah Abang dianggap masih semrawut dan rawan macet. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO. Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan alasannya belum mau menunjukkan konsep penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Sebenarnya bukan soal diumumkan, ya," kata Anies di Balai Kota DKI, Kamis, 7 Desember 2017.

    Anies mengatakan ada beberapa hal yang mesti dibangun di sana. Setelah pembangunan tersebut selesai, dia baru akan menunjukkan apa yang sudah dilakukan pemerintah terhadap kawasan itu.

    Adapun hal yang perlu dibangun, Anies menyebut, bukan bangunan khusus. Ia menilai di sekitar stasiun perlu dibuatkan tempat yang lebih teduh lantaran cuaca yang terik di siang hari. "Nanti akan dibuatkan semacam tempat-tempat yang bisa lebih teduh," tuturnya.

    Baca: Tanah Abang Ruwet, Tiap Hari 110 Ribu Penumpang Kereta yang Turun

    Sudah lebih dari satu bulan Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno, merencanakan penataan kawasan Tanah Abang. Namun belum ada kejelasan mengenai detail perencanaan penataan untuk mengatasi kesemrawutan yang sudah terjadi selama bertahun-tahun.

    Sandiaga sering menuturkan akan menata Tanah Abang seperti Grand Bazaar Istanbul. Sempat ada alternatif akan ada penutupan jalan untuk kendaraan di Tanah Abang agar pedagang kaki lima (PKl) dan pejalan kaki bebas melintas tanpa menyebabkan kemacetan.

    Meski begitu, baik Anies Baswedan maupun Sandiaga belum bersedia mengklarifikasi alternatif tersebut. "Katanya begitu, ya?" ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.