Sabtu, 22 September 2018

Yerusalem Ibu Kota Israel? Kedubes Amerika Serikat Diperketat

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktivis membawa karangan bunga mengecam Israel saat mengikuti aksi unjuk rasa solidaritas Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, (23/11). Tempo/Arnold Simanjuntak

    Seorang aktivis membawa karangan bunga mengecam Israel saat mengikuti aksi unjuk rasa solidaritas Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, (23/11). Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya memperketat pengamanan di area kedutaan besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. "Ada peningkatan keamanan dengan menggunakan patroli polisi," ujar juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Kamis, 7 Desember 2017.

    Langkah itu diambil, kata Argo, setelah adanya pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menggantikan Tel Aviv. Dikhawatirkan pernyataan itu menimbulkan reaksi masyarakat.

    Kendati demikian, Argo mengatakan, hingga saat ini belum ada pemberitahuan ihwal akan ada aksi di Kedubes Amerika Serikat dalam waktu dekat. "Tapi pihak kepolisian tetap standby," ucap Argo. Patroli itu, Argo menambahkan, antara lain oleh petugas pengamanan objek vital yang berjaga di kedutaan. "Kita juga tambah anggota patroli untuk membackup ke sana."

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trum, menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kebijakan ini sekaligus membalik kebijakan luar negeri AS selama tujuh dekade terakhir. Trump juga memulai proses pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

    "Hari ini kita akhirnya mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel," kata Trump dalam pernyataan di Diplomatic Reception Room di Gedung Putih seperti dilansir NY Times, Rabu, 6 Desember 2017. "Ini tidak lain adalah pengakuan realita. Ini juga hal yang benar dilakukan. Ini sesuatu yang harus dilakukan."

    Langkah Trump pun menuai reaksi keras dan kritik dari berbagai pihak. Banyak pihak menyebut Trump tidak paham akar masalah Israel-Palestina dan malah memperburuk keadaan. Presiden Joko Widodo mengatakan, langkah Trump bertentangan dengan sejumlah rekomendasi dan aturan internasional. Salah satuny rekomendasi Dewan Keamanan PBB, di mana Amerika Serikat ada di dalamnya.

    Ke depannya, Presiden Jokowi meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali sikap mereka soal Yerusalem atau Israel. Sementara itu, kata Jokowi, pemerintah Indonesia akan mendorong negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dan PBB untuk menggelar sidang terkait langkah Trump.

    Presiden Jokowi juga meminta Menteri Retno Marsudi untuk segera meminta penjelasan dari Dubes Amerika Serikat di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.