Cuaca Hari Ini, BMKG: Hujan Disertai Angin Kencang di Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor mendorong motor yang mogok akibat menerobos genangan air di jalan Denpasar, kawasan Kuningan, Jakarta, 11 Desember 2017. Hujan deras yang mengguyur Jakarta menyebabkan sejumlah daerah mengalami genangan akibat drainase yang tidak lancar. TEMPO/Amston Probel

    Pengendara motor mendorong motor yang mogok akibat menerobos genangan air di jalan Denpasar, kawasan Kuningan, Jakarta, 11 Desember 2017. Hujan deras yang mengguyur Jakarta menyebabkan sejumlah daerah mengalami genangan akibat drainase yang tidak lancar. TEMPO/Amston Probel

    Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memperkirakan hujan disertai kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di kawasan Jabodetabek pada siang hingga malam ini. "Terutama di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Tangerang dan Bogor," kata Kepala Humas BMKG Hary Djatmiko dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Desember 2017.

    Untuk pagi ini cuaca Jabodetabek akan berawan. Sedangkan, pada siang hari juga masih berawan, namun sebagian kawasan akan mengalami hujan ringan seperti di Jakarta Utara dan Bekasi.

    Hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Tangerang. "Hujan lebat akan terjadi di Depok dan Bogor," ucapnya.

    Pada malam hari cuaca Jabodetabek didominasi berawan, tetapi di Jakarta Utara dan Pusat akan terjadi hujan ringan. "Dini hari akan terjadi hujan ringan di Kepulauan Seribu. Wilayah lain akan berawan."

    Berdasarkan data BMKG, suhu udara hari ini ada di kisaran 22-31 derajat Celsius dengan kelembapan udara 70-97 persen. Angin bergerak dari Barat Daya menuju Barat dengan kecepatan 05-30 km per jam.

    M. ROSSENO AJI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.