Perintah Anies Baswedan di Lokasi Tanggul Jatipadang yang Jebol

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau lokasi jebolnya tanggul Jatipadang yang jebol dua hari yang lalu di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 13 Desember 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau lokasi jebolnya tanggul Jatipadang yang jebol dua hari yang lalu di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 13 Desember 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pagi ini datang ke tanggul Jatipadang, Jakarta Selatan, yang kembali jebol dua hari lalu akibat hujan deras selama 1 jam.

    Anies Baswedan memakai sepatu boot menerjang sisa banjir setinggi betis orang dewasa. "Nanti warga dikasih desinfektan, ya," katanya kepada pegawai pribadinya ketika meninjau rumah warga korban banjir pada Rabu, 13 Desember 2017.

    LihatDWP 2017, Penyelenggara Sebut Akan Beri Kejutan 

    Anies juga bertanya kepada warga mengenai kondisi terkini. Sedangkan Pasukan Biru dari Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengangkut batu dan karung pasir untuk menambal tanggul.

    Ketika Tempo mendatangi tanggul Jatipadang pada 4 Desember 2017, warga  RT 03/RW 06 Jatipadang mengatakan, pejabat Kantor Wali Kota Jakarta Selatan berjanji meninggikan tanggul. Tanggul jebol pertama kali pada 19 Oktober 2017. Namun, seperti sebelumnya dan yang dilihat oleh Anies Baswedan saat ini, tanggul hanya ditumpuk dengan karung pasir dan bronjong batu kali.

    BacaDatang ke Jatipadang, Anies Baswedan Dihadang Banjir Semeter

    Akibat hujan deras dua hari yang lalu terjadi banjir setinggi 1 meter di Kelurahan Jatipadang. Puluhan keluarga terpaksa mengungsi di lantai 2 musala setempat, yang juga terendam banjir. Gubernur Anies Baswedan datang hari ini untuk melihat perbaikan tanggul yang jebol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.