Minggu, 18 Februari 2018

Musim Hujan, Jakarta Selatan Siagakan 250 Personel Tanggap Banjir

Reporter:

Imam Hamdi

Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

Kamis, 14 Desember 2017 17:23 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musim Hujan, Jakarta Selatan Siagakan 250 Personel Tanggap Banjir

    Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) saat menangani banjir yang menggenangi kawasan Gondangdia, Jakarta, 12 Desember 2017. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, setelah melihat pergerakan awan hujan, puncak musim penghujan diprediksi mulai Desember hingga Februari 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Holi Susanto mengatakan telah menyiapkan 250 petugas tanggap banjir mengantisipasi musim hujan dan cuaca ekstrem. Mereka bertugas menjangkau kawasan banjir agar air cepat surut.

    "Mereka akan bertugas untuk melakukan pengerukan kali dengan alat berat, pengurasan saluran, dan menertibkan utilitas di dalam saluran air," kata Holi, Kamis, 14 Desember 2017.

    Pemerintah Jakarta Selatan telah mendata kawasan yang rawan genangan air dan banjir. Kawasan yang rawan genangan air berada di M.T. Haryono, Fly Over Pancoran, Rasuna Said, ITC Fatmawati, dan Gatot Subroto.

    Sedangkan untuk kawasan banjir berada di Jalan H. Ipin, Pondok Labu; Kampung Air, Jatipadang, Pasar Minggu; Ulujami, Pesanggrahan; Bintaro Permai, Pesanggrahan; dan Petogogan, Kebon Baru. "Wilayah banjir terparah ada di Kampung Air, Jatipadang, Pasar Minggu, karena ada tanggul jebol," ujarnya.

    Alat berat berupa backhoe juga disiagakan di lokasi rawan banjir. Alat berat itu ditempatkan di Kali Krukut 3 unit, Mampang 3 unit, Swadarma 2 unit, dan Kebon Baru 2 unit. "Total ada 10 alat berat yang ada di kali untuk membersihkan sampah dan endapan lumpur," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.