Peresmian Kereta Bandara, Uji Sistem Satu Arah Jalan Kendal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja berfoto selfie di depan Kereta Railink di Stasiun Bandara Soekarno Hatta, 5 Desember 2017. Tarif awal Kereta Bandara ini akan didiskon hingga hanya Rp 30.000 saja sekali perjalanan. Tempo/Tony Hartawan

    Seorang pekerja berfoto selfie di depan Kereta Railink di Stasiun Bandara Soekarno Hatta, 5 Desember 2017. Tarif awal Kereta Bandara ini akan didiskon hingga hanya Rp 30.000 saja sekali perjalanan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan uji coba sistem satu arah di Jalan Kendal, Jakarta Pusat, untuk memperlancar arus kendaraan menuju Stasiun Sudirman Baru menjelang pengoperasian kereta bandara. "Akan kami buat satu arah di kolong Kendal," kata Kepala Bidang Manajemen Rekayasa dan Lalu Lintas Priyanto di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 14 Desember 2017.

    Priyanto mengatakan uji coba akan dilakukan pada 22 Desember 2017. Setiap pekan, uji coba akan dievaluasi sampai diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, yang diperkirakan pada Januari 2018.

    Sistem satu arah, kata Priyanto, akan berlaku sepanjang hari. Pengendara dari sisi barat atau dari arah Stasiun Sudirman Baru dan sisi utara ke Sudirman Lama (stasiun kereta komuter) tidak boleh melewati kolong Jalan Kendal. Sehingga, Priyanto menyarankan agar mereka memutar melalui Bundaran HI.

    Dalam uji coba nanti, Dinas Perhubungan akan menyediakan bus pengumpan Transjakarta. Namun ia belum bisa memastikan rutenya karena harus melalui rapat pembahasan tindak lanjutnya.

    Selain sistem satu arah, Priyanto mengatakan ada rencana untuk membangun platform terusan dari Stasiun Sudirman Lama menuju Sudirman Baru. Sehingga, penumpang di Stasiun Sudirman Lama yang hendak naik kereta bandara, tidak perlu keluar stasiun lagi. "Pembangunan platform akan dibikin PT Railink," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.