Kata Pemprov DKI Jakarta Soal Molornya Renovasi Lapangan Banteng

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memindahkan batang pohon pada proses revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 30 Oktober 2017. Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi Lapangan Banteng yang dibagi menjadi tiga segmen yakni revitalisasi taman dan patung, pagar, serta revitalisasi lapangan olahraga. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pekerja memindahkan batang pohon pada proses revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 30 Oktober 2017. Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi Lapangan Banteng yang dibagi menjadi tiga segmen yakni revitalisasi taman dan patung, pagar, serta revitalisasi lapangan olahraga. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui revitalisasi Lapangan Banteng, di Jakarta Pusat molor dari target awal, semula Desember 2017 bergeser menjadi Maret 2018.

    Kepala Seksi Pertamanan Dinas Kehutanan DKI Hendrianto berdalih pihaknya menghadapi kendala perijinan. Dia mengatakan penyusunan perjanjian kerjasama dan perjanjian pemenuhan kewajiban antara pemerintah DKI dan perusahaan swasta baru selesai pada Oktober 2017. Sehingga proses renovasi baru bisa dimulai November 2017.

    Baca : Lapangan Banteng Direvitalisasi, Pameran Flona ke Setu Babakan

    "(Selesai) Desember itu enggak mungkin, karena perjanjian pemenuhan kewajiban baru kami miliki pada 3 Oktober. Kalau pengerjaan cuma beberapa hari kan enggak mungkin," kata dia di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Desember 2017.

    Seperti diketahui, renovasi Lapangan Banteng tidak menggunakan dana pemerintah. Pembiayaan proyek tersebut sepenuhnya akan ditanggung pihak swasta melalui skema kompensasi koefisien lantai bangunan dan dana corporate social responsibility (CSR).

    Hendrianto mengatakan saat ini semua perizinan lainnya seperti izin mendirikan bangunan dan izin pemanfaatan cagar budaya sudah selesai diurus. Sehingga pihaknya sudah dapat memulai proyek renovasi. "Hari ini mudah-mudahan sudah keluar Izin Prinsip dari Gubernur. Semoga jadi tambah lancar (proyek renovasi)," kata dia.

    Disebutkan dia lebih mengkhawatirkan masalah cuaca Jakarta yang selama beberapa hari ini diguyur hujan. "Tapi kami tetap yakin (proyek) dapat selesai sesuai target," kata dia.

    Adapun proyek renovasi Lapangan Banteng terbagi dalam beberapa pekerjaan, yaitu pembangunan pagar di sekitar lapangan bola, pembangunan lapangan olahraga, perbaikan Monumen Pembebasan Irian Barat dan pengerjaan taman.

    Perbaikan Tugu Irian Barat akan dilengkapi dengan bangunan berbentuk setengah lingkaran yang difungsikan sebagai amphitheater. Area monumen bersejarah itu juga dilengkapi dengan kolam serta pelataran yang difungsikan untuk berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan, seperti konser musik.

    Di area Lapangan Banteng juga akan dibangun Bangunan Bendera, yang merupakan bangunan penunjang untuk mempertegas keberadaan monumen. Selain itu, bangunan tersebut juga akan dipakai untuk menaruh bendera pada acara kenegaraan, lokasi toilet, musala dan area penjual makanan.

    Sementara itu, zona olah raga akan terbuka selama 24 jam bagi semua warga Jakarta. Arena ini akan mempertegas ruang terbuka hijau sebagai area resapan kota. Namun fungsi di dalamnya dapat digunakan masyarakat untuk berolahraga karena tersedia lapangan sepak bola, lapangan basket, dan lapangan serbaguna. Juga dapat digunakan untuk berekreasi karena dilengkapi dengan taman bermain anak.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam kunjungannya ke Lapangan Banteng hari ini, menargetkan renovasi Lapangan Banteng rampung sebelum Asian Games 2018. "Kami harapkan Maret revitalisasi Lapangan Banteng yang bersejarah ini bisa selesai, dan bisa dipakai masyarakat," kata dia.

    Sandiaga berharap nantinya masyarakat dapat menggunakan Lapangan Banteng untuk kegiatan yang bisa membangkitkan demam Asian Games. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berharap Lapangan Banteng dapat mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan bangsa merebut Irian Barat dari Belanda. "Lapangan ini juga bisa menjadi tempat masyarakat berinteraksi sehingga bisa mempersatukan warga," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.