Aksi Bela Palestina, Polisi Siapkan 20 Ribu Personel

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa melakukan aksi damai untuk Palestina di depan Gedung Sate, Bandung, 15 Desember 2017. Aksi tersebut sebagai bentuk sikap protes atas kebijakan sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. ANTARA

    Massa melakukan aksi damai untuk Palestina di depan Gedung Sate, Bandung, 15 Desember 2017. Aksi tersebut sebagai bentuk sikap protes atas kebijakan sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya memastikan bakal menurunkan 20 ribu dari 30 ribu personel kepolisian untuk mengawal aksi bela Palestina oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Ahad, 17 Desember 2017. Aksi itu dihelat untuk menentang kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    "Kami menurunkan 20 ribu personel, kami tempatkan di berbagai lokasi," tutur juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, di kantornya, Sabtu, 16 Desember 2017. Adapun lokasi pengamanan yang dia maksud adalah Monas dan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

    Selain itu, ujar Argo, pasukan pengamanan peserta bela Palestina ditempatkan di beberapa titik vital, seperti area patung kuda, Balai Kota Jakarta, Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, dan Kedutaan Besar Amerika Serikat. "Itu akan kita tempatkan semua, seperti yang telah dilaksanakan dalam giat rutin pengamanan obyek vital, tapi akan kami pertebal dan tambah," ucap Argo.

    Untuk melancarkan arus lalu lintas, Argo menambahkan, pihaknya menyiapkan polisi lalu lintas. "Kami akan lihat fakta di lapangan. Kalau memang harus dilakukan pengalihan, maka akan kami alihkan," kata Argo.

    Para peserta aksi bela Palestina akan berkumpul dan salat subuh di Masjid Istiqlal pada sekitar pukul 04.00, dan berakhir pada pukul 12.00. Argo tidak bisa memastikan berapa orang pengunjuk rasa yang akan hadir. "Kami berharap unjuk rasa bisa dilakukan secara tertib," kata Argo.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.