Selain Geng Motor Jepang, Penjarahan di Depok Dilakukan Matador

Kawanan pelaku perampokan Toko Pakaian Fernando di Jalan Sentosa, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, di kantor Polresta Depok pada Senin, 25 Desember 2017. FOTO: Tempo/Irsyan Hasyim

TEMPO.CO, Depok - Polisi menangkap anggota geng motor Jepang yang melakukan perampokan di Sukmajaya, Kota Depok. Ternyata aksi penjarahan toko pakaian Fernando itu juga dilakukan geng motor RBR dan Matador.

Menurut Kepala Kepolisian Resort Kota Depok Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto, gabungan tiga geng motor itu yang menjarah toko pakaian Fernando pada Minggu dinihari lalu.

Nama geng Jepang berasal dari kata jembatan Mampang (salah satu kelurahan di Kecamatan Pamcoran Mas). Lalu RBR singkatan dari Rawamaya Beji Rasta, dan Matador atau manusia tahan dobrakan.

Baca juga: 8 Anggota Geng Motor Jepang Jadi Tersangka Penjarahan Toko

Dari hasil pemeriksaan polisi, aksi mereka bukan hanya di toko Fernando, juga di tempat lain.

“Kami identifikasi ada aksi-aksi kejahatan lainnya, baik itu kejahatan dengan kekerasan, pencurian kekerasan, pemerasan dan kejahatan lainnya yang dilakukan kelompok ini,” ujar Didik di Mapolresta Depok, pada Selasa 26 Desember 2017.

Menurut Sidik, sekurang-kurangnya polisi sudah mendapatkan lima laporan kejahatan yang masuk. Penyidik terus mengidentifikasi dan diharapkan dengan tengat waktu yang tidak lama, kata Didik, polisi dapat menangkap pelaku lainnya.

Pada setiap aksinya,  mereka menggunakan senjata tajam yang digunakan untuk mengancam dan menakut-nakuti korban.  Sampai saat ini belum ada laporan terkait korban, tetapi potensi dilakukan kekerasan sangat besar.

Didik menjelaskan pihaknya  melihat, geng motor itu mencari sasaran secara random. Ketika konvoi kemudian ketika ada sasaran yang potensi di tempat yang sepi dan memungkinkan untuk diambil harta bendanya, maka akan dijadikan sasaran.

Tiga geng motor itu selalu melakukan aksinya di lima wilayah  di Kecamatan Limo, Sukmajaya dan Sawangan. Sasaran mereka adalah warung yang masih buka sampai tengah malam, tukang nasi goreng.

Simak juga: Penjarahan Toko Pakaian, Ini Pengakuan Pentolan Geng Motor Jepang

“Kemudian ada juga sasarannya adalah muda-mudi yang sedang di atas motor, dipepet dan dirampas motornya.”

Para pelaku melanggar pasal pencurian dan kekerasan yakni Pasal 365 KUHP dan atau 368 KUHP, dengan ancamannya hukuman di atas 5 tahun.






Anak Citayam Main ke Dukuh Atas, Pemkot Depok Segera Bangun Depok Open Space

22 jam lalu

Anak Citayam Main ke Dukuh Atas, Pemkot Depok Segera Bangun Depok Open Space

Pemkot Depok akan membangun Depok Open Space sebagai wadak ekspresi anak-anak muda. Dibangun di depan Balai Kota tanpa pakai APBD.


Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Rusak Jaringan Internet, Layanan Disdukcapil Terdampak

1 hari lalu

Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Rusak Jaringan Internet, Layanan Disdukcapil Terdampak

Jaringan internet milik PT Telkom Indonesia rusak akibat pembangunan underpass Dewi Sartika di Kota Depok.


ASN Depok Ditahan karena Potong Upah Honorer, setelah Viral Poster Minta Tolong Jokowi

1 hari lalu

ASN Depok Ditahan karena Potong Upah Honorer, setelah Viral Poster Minta Tolong Jokowi

ASN Depok ditahan karena memotong upah tenaga honorer dengan dalih buat bayar BPJS. Terungkap setelah viral poster minta tolong Jokowi.


3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

2 hari lalu

3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

Kuasa hukum 3 ustad dan 1 santri tersangka pencabulan santriwati berinisial P alias A di Depok mengaku belum berkomunikasi dengan pelapor:


Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

2 hari lalu

Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

Tim kuasa hukum P alias A, kakak kelas yang disebut terlibat kasus pencabulan santriwati di Depok menyatakan kliennya baru 15 tahun.


Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

2 hari lalu

Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

Kuasa hukum santri P minta pemeriksaan kasus pencabulan santriwati di Depok dilakukan sesuai undang-undang tentang Pidana Anak.


Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

2 hari lalu

Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

Sejak polisi menetapkan empat tersangka kasus pencabulan santriwati, baru satu yang diamankan sedangkan 3 tersangka lain masih bebas.


Fase Pengeboran Underpass Dewi Sartika, Ada Perubahan Rekayasa Lalu Lintas

2 hari lalu

Fase Pengeboran Underpass Dewi Sartika, Ada Perubahan Rekayasa Lalu Lintas

Pemerintah Kota Depok kembali mengubah rekayasa lalu lintas di sekitar area pembangunan underpass Dewi Sartika.


Resmi Ditahan, Komisioner KPU Jawa Barat Titik Nurhayati Ditempatkan di Rutan Sukamiskin

4 hari lalu

Resmi Ditahan, Komisioner KPU Jawa Barat Titik Nurhayati Ditempatkan di Rutan Sukamiskin

Penahanan mantan Ketua KPU Depok Titik Nurhayati di rutan khusus koruptor tersebut dilakukan sejak hari ini.


Ridwan Kamil Tinjau Underpass Dewi Sartika Depok, Dipastikan Selesai Akhir Tahun

4 hari lalu

Ridwan Kamil Tinjau Underpass Dewi Sartika Depok, Dipastikan Selesai Akhir Tahun

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap kemacetan di Kota Depok, khususnya Jalan Dewi Sartika, dapat terurai dengan adanya underpass tersebut.