Ini Alasan 19 Anggota Geng Motor Jepang Dihukum Baca Pancasila

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu kost di Kawasan Pitara, Pancoran Mas yang dijadikan markas oleh Geng Motor Jepang serta tempat menyembunyikan hasil penjarahan di toko pakaian Fernando, Depok, 26 Desember 2017. TEMPO/Irsyan

    Salah satu kost di Kawasan Pitara, Pancoran Mas yang dijadikan markas oleh Geng Motor Jepang serta tempat menyembunyikan hasil penjarahan di toko pakaian Fernando, Depok, 26 Desember 2017. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Depok - Kepolisian Resor Kota Depok mengembalikan 19 remaja anggota geng motor Jepang ke orangtua masing-masing. Mereka sempat digelandang polisi dari markas geng motor yang melakukan perampokan dan penjarahan toko pakaian pada Ahad, 24 Desember 2017.

    Mereka dilepas karena terbukti tak terlibat perampokan Toko Fernando, Jalan Sentosa Raya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Menurut Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana, 19 remaja tadi berstatus saksi.

    “Mereka di sana saat penggerebekan karena sedang bermain. Dari mereka inilah kami berhasil menemukan petunjuk para pelaku,” tuturnya di kantor Polresta Depok pada Selasa 26 Desember 2017.

    BacaGeng Motor Jepang Pelaku Perampokan Terekam CCTV di Depok

    Delapan remaja anggota geng motor Jepang ditetapkan sebagai tersangka. Lima diantaranya adalah pria sedangkan sisanya perempuan. Polisi terus mencari pelaku lainnya.

    Mereka ini terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, perampasan, dan perkelahian antarkelompok,” kata Putu.

    Sebelum dikembalikan kepada orangtua masing-masing, 19 remaja yang ditangkap di markas geng motor Jepang tadi mendapat wejangan dan pembinaan dari polisi. Tak hanya itu, mereka juga diminta membaca naskah Pancasila bersama-sama.

    Berdasarkan pemantauan Tempo, orangtua dan keluarga meneteskan air mata ketika 19 remaja anggota geng motor Jepang itu diizinkan meninggalkan ruangan Satuan Reskrim Polresta Depok.

    Kepada para remaja tersebut, Putu berharap kejadian kasus geng motor Jepang ini menjadi pelajaran berharga. "Pilihlah kawan yang membawa kebaikan dan jangan terjerumus pada hal-hal yang negatif," ucapnya. "Dan untuk orangtua, kami harap bisa mengawasi pergaulan putra-putranya.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.