Kamis, 15 November 2018

Siapa Sebenarnya PKL di Jalan Jatibaru Pasar Tanah Abang?

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mendirikan tenda pedagang kaki lima di sepanjang jalur depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Jumat 22 Desember 2017. Jalan yang ditutup untuk PKL berjualan adalah yang mengarah ke Pasar Tanah Abang. TEMPO/Subekti.

    Petugas mendirikan tenda pedagang kaki lima di sepanjang jalur depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Jumat 22 Desember 2017. Jalan yang ditutup untuk PKL berjualan adalah yang mengarah ke Pasar Tanah Abang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - PKL (Pedagang Kaki Lima) yang mendapat tempat di Jalan Jatibaru Pasar Tanah Abang belum sebulan berjualan.  Namun keberadaannya masih dipersoalkan sejumlah kalangan. Pemicunya bukan karena dianggap melanggar aturan dan menimbulkan dampak lalu lintas, tapi juga asal usul pedagang.

    Sejumlah tenda yang dipasang di Jalan Jatibaru Raya diduga salah sasaran. Tenda-tenda itu sebagian dikuasai oleh pemilik toko di Pasar Tanah Abang. Bukan pedagang kaki lima yang selama ini dikejar-kejar petugas karena berjualan di trotoar.

    Baca: Data dan Dasar Hukum PKL Jalan Jatibaru Pasar Tanah Abang

    Isom, pedagang pakaian di satu tenda, mengatakan tak mengenal sebagian besar para pedagang yang mendapat fasilitas tenda dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu. “Teman-teman saya yang biasanya kucing-kucingan dengan Satpol PP malah tak dapat jatah tenda,” kata Isom pada Kamis, 28 Desember 2017.

    Pedagang lainnya, Arafah Yusril, membenarkan sebagian PKL adalah pemilik toko di Blok F. Menurut perempuan berusia 54 tahun itu, pedagang itu menguasai lebih dari satu tenda. Arafah harus menyetorkan sebagian keuntungan ke pemilik toko. Sebab, baju-baju yang dijualnya berasal dari pemilik toko tersebut. Ia mengatakan pemilik toko yang menjadi mitranya itu menempati tiga tenda.

    Arafah mengaku telah menyetorkan Rp 3-4 juta kepada pemilik toko sejak berjualan di Jalan Jatibaru Raya. Bekerja dengan pemilik toko, Arafah merasakan enak karena tanpa modal besar. Sebelumnya ia berdagang minuman di Jalan Jatibaru Raya. “Saya bersyukur bisa jualan di tenda,” kata dia.

    Mulai Jumat pekan lalu, pemerintah DKI Jakarta menutup ruas Jalan Jatibaru Raya. Satu jalur digunakan untuk membangun tenda yang ditujukan bagi PKL yang selama ini berjualan di trotoar. PKL yang dibangun berada satu jalur di Jalan Jatibaru, sedang jalur satunya lagi dilintasi Transjakarta.

    Kebijakan itu diprotes lewat petisi di situs Change.org yang dibuat oleh Iwan M. Ia meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengembalikan fungsi jalan dan trotoar di kawasan Pasar Tanah Abang. Hingga kemarin sore, petisi itu sudah ditandatangani oleh 31.400 orang.

    ALFAN HILMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.