Pabrik Narkoba di Depok Diduga Terkait Diskotek MG

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rumah di Griya Sukmajaya Blok A/6A dijadikan pabrik ektasi dengan produksi sekitar 10.000 butir per hari dipasangi garis polisi DepokJumat29 Desember 2017. TEMPO/Irsyan

    Sebuah rumah di Griya Sukmajaya Blok A/6A dijadikan pabrik ektasi dengan produksi sekitar 10.000 butir per hari dipasangi garis polisi DepokJumat29 Desember 2017. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Bekasi Ajun Komisaris Besar Ahmad Fanani menduga pabrik narkoba di Depok memiliki keterkaitan dengan diskotek MG International Cub yang belum lama ini digerebek Badan Narkotika Nasional. Dugaan itu muncul karena zat kimia yang disita di Depok sama dengan yang ditemukan di diskotek MG.

    “Di Depok kami dapat barang bukti 100 gram MDMA,” kata Ahmad, Sabtu, 30 Desember 2017. MDMA singkatan untuk senyawa Methylenedioxymethamphetamine yang biasa digunakan sebagai bahan dasar ekstasi. Zat itu sebelumnya ditemukan BNN saat menggerebek diskotek MG pada 17 Desember lalu. “Kami masih mendalami dugaan keterkaitan itu.”

    Polisi menggerebek pabrik narkoba di Griya Sukmajaya Blok A/6A, Depok, pada Jumat, 29 Desember 2017. Pemilik rumah berinisial AU alias Uut dan istrinya tidak berada di tempat saat polisi datang.

    Menurut Ahmad, jaringan ini dikendalikan dari tiga lembaga pemasyarakatan, yakni LP Cipinang, LP Gunung Sindur, dan LP Slawi. Polisi mendalami keterlibatan tahanan LP Cipinang bernama Pony Tjandra yang diduga menjadi pengendali utama produksi narkoba di Depok.

    Ahmad menuturkan, pengungkapan tersebut berawal dari penangkapan terhadap tiga pengedar ekstasi di Bekasi Timur. Mereka terdiri atas dua pria dan satu wanita. Berdasarkan keterangan tersangka dan informasi lain, polisi memburu jaringan ini sampai ke Cipanas dan Cianjur, Jawa Barat.

    Polisi menembak mati seorang pria pengedar sabu berinisial MA alias D pada 20 Desember 2017 di Depok. Ketika itu MA digelandang tim dari Polres Metro Bekasi untuk menunjukkan pabrik narkoba jenis sabu di Cimanggis, Depok. "Dia melawan dan berusaha melarikan diri," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Argo Prabowo Yuwono, pada 27 Desember 2017.

    Simak pulaPabrik Narkoba di Depok Bisa Bikin 20 Kg Sabu per Produksi

    Menurut Argo, Polres Metro Bekasi menyita barang bukti berupa 2,5 kilogram sabu siap edar dan 100 gram sabu yang sebelumnya berbentuk cair. Dari hasil penyidikan, MA mendapat bahan baku sabu dari jaringan pengedar narkoba asal Malaysia. Bahan mentah tersebut kemudian dikirimkan ke sebuah tempat di Cimanggis, Depok. Dalam perjalanan menuju rumah itu, MA ditembak polisi.

    Ahmad menjelaskan, di pabrik narkoba di Sukmajaya ditemukan 60 ribu butir pil ekstasi yang dibungkus dalam enam paket bungkusan. Seluruh ekstasi tersebut akan diedarkan ke beberapa berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.