Polda Metro Tidak Janjikan Bereskan Kasus Novel Baswedan di 2018

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (kanan) menunjukkan sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan dalam sesi konferensi pers di Jakarta, 24 November 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (kanan) menunjukkan sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan dalam sesi konferensi pers di Jakarta, 24 November 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono, menyebutkan penanganan kasus Novel Baswedan tetap menjadi atensi kepolisian untuk mengungkap pelaku yang menyiramkan air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi itu. Namun dia mengakui kasus itu tidak mudah.

    "Kasus Novel Baswedan salah satu yang masih menjadi atensi untuk diungkap tahun depan," katanya di Polda Metro Jaya, Sabtu, 30 Desember 2017.

    Baca: KPK Minta Polisi Segera Tangkap 2 Penyerang Novel Baswedan

    Menurut Argo, polisi memang masih kesulitan mengungkap pelaku yang membuat mata Novel terluka. Sebab, tidak ada saksi yang melihat secara langsung pelaku yang menyiramkan air keras seusai Novel pulang salat subuh di masjid dekat rumahnya, Selasa pagi, 11 April lalu. "Tapi petugas terus bekerja di lapangan," ucap Argo.

    Polisi telah merilis dua sketsa wajah terduga pelaku sejak 24 November 2017, tapi hingga kini pelakunya belum juga bisa diungkap. "Memang tidak mudah. Penanganan kasus ada yang tiga tahun, empat tahun, dan ada yang lama," tutur Argo.

    Polisi, kata Argo, telah melakukan berbagai metode pengungkapan, mulai metode induktif hingga deduktif untuk mengungkap pelaku. Metode induktif dilakukan dari olah tempat kejadian perkara mencari saksi dan memeriksa kamera pengintai di sekitar rumah Novel. "Bahkan sudah ratusan CCTV yang kami periksa," ujarnya.

    Selain itu, polisi meminta bantuan Australia untuk menerangkan gambar kamera pengintai yang pudar untuk melacak pelaku dalam kasus Novel Baswedan tersebut. "Tapi masih pudar juga gambarnya. Untuk hotline, sudah ada 1000-an lebih, tapi masih sama. Sedangkan sketsa yang disebar para saksi belum melihat dengan signifikan," tutur Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.