Enam Girder Jalan Tol Desari di Simpang Susun Antasari Ambruk

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Enam batang girder Tol Depok-Antasari ambruk karena tersenggol eskavator di Tol Desari seksi 1 di kawasan Simpang Susun Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, 2 Januari 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Enam batang girder Tol Depok-Antasari ambruk karena tersenggol eskavator di Tol Desari seksi 1 di kawasan Simpang Susun Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, 2 Januari 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Enam batang girder konstruksi Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) ambruk karena tersenggol ekskavator di lokasi proyek jalan tol Desari seksi 1 di kawasan Simpang Susun Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Januari 2018.

    Deputi Proyek Manajer PT Citra Waspphutowa Indra Purnadi mengatakan girder konstruksi jalan tol Desari tersebut ambruk sekitar pukul 09.45 tadi. Girder ambruk karena tersenggol ekskavator proyek pembangunan jalan tol tersebut.

    "Saat ekskavator sedang swing (berputar) setelah mengeruk tanah, di atas menyentuh girder," kata Indra di lokasi kejadian. "Enam girder langsung ambruk karena efek domino girder yang tersenggol ekskavator."

    Indra mengatakan ambruknya enam girder konstruksi Jalan Tol Desari di Simpang Susun Antasari tidak akan membuat pembangunan proyek tersebut molor. Menurut dia, pembangunan jalan tol tersebut akan tetap rampung pada April 2018 sesuai dengan target.

    Indra menuturkan girder yang ambruk merupakan konstruksi Jalan Tol Desari, yang akan menghubungkan kawasan Lebak Bulus ke Depok, Antasari ke Depok, dan Antasari ke Kampung Rambutan. Girder yang ambruk tersebut baru terpasang 19 Desember 2017.

    "Tidak akan membuat molor target yang sudah ditetapkan untuk pembangunan Tol Desari itu," ujarnya. Girder yang ambruk tersebut menimpa satu truk besar di bawahnya.


  • Tol
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.