Sandiaga Uno Incar Tanah Lulung buat Alternatif Relokasi Blok G

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) dan Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana alias Haji Lulung menaiki bus Transjakarta Tanah Abang Explorer, Jakarta, 26 Desember 2017. Sandiaga Uno tiba di lokasi PKL Tanah Abang sekitar pukul 11.15 WIB. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) dan Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana alias Haji Lulung menaiki bus Transjakarta Tanah Abang Explorer, Jakarta, 26 Desember 2017. Sandiaga Uno tiba di lokasi PKL Tanah Abang sekitar pukul 11.15 WIB. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tengah mempersiapkan lahan untuk relokasi gedung Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang akan segera dirobohkan, dan tanah milik Abraham Lunggana, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Lulung, menjadi salah satu alternatif.

    "Salah satu opsinya memang (tanah) milik Haji Lulung, tapi ada satu opsi lain yang lagi saya coba lihat. Nanti dilihat mana yang terbaik saja, atau malah dua-duanya. Pokoknya kita tidak ingin menghadirkan sebuah solusi yang akhirnya malah menghantam para pedagang kecil ini," ujar Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 2 Januari 2018.

    Baca: Tanah Abang Ditata, Sandiaga Uno Klaim Laporan Macet di Waze Merosot

    Sandiaga Uno menambahkan, penting untuk memperhatikan solusi yang terbaik bagi para pedagang kecil. Pasalnya, mereka juga menjadi pendorong ekonomi. Hal tersebut dilihat dari peningkatan pajak yang juga turut didorong oleh usaha kecil dan menengah (UKM).

    Sebelumnya, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan gedung Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan dirobohkan karena hasil evaluasi dari keberadaan gedung itu. "Kami sudah mengkaji konstruksi dan bangunan Blok G, harus dirobohkan," ucap Arief di Balai Kota DKI, Kamis, 21 Desember 2017.

    Menurut Arief, ada sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki. Selain karena usia gedung sudah 30 tahun, fasilitas parkir dan kios di sana sudah tak memadai. Dia merencanakan meratakan gedung itu pada tahun ini. "Pembangunan gedung baru ditargetkan rampung dua tahun," ujar Arief menyangkut ide Sandiaga Uno soal penataan di Tanah Abang.

    FADIYAH | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.